Makalah Botani Farmasi
Jaringan

Disusun
Oleh :
Feryka Hidayat
Fithri Nur’aini
Ilviya Anggraeni
Isna Wardani
Iyam Siti Mryam
Nisa Nurul Jannah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR
BELAKANG
Tumbuhan merupakan
salah satu dari klasifikasi makhluk hidup. Tumbuhan memiliki klorofil atau zat
hijau daun yang berfungsi sebagai media penciptaan makanan dan untuk proses
fotosintesis. Dalam ilmu biologi, tumbuhan termasuk organisme yang disebut
Regnum Plantae yang merupakan organisme multiseluler atau terdiri atas banyak
sel. Tercatat sekitar 350.000 spesies tumbuhan, dari jumlah tersebut 258.650
jenis merupakan tumbuhan berbunga dan
18.000 jenis termasuk tumbuhan lumut. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat
autotrof dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari melalui proses
fotosintesis.
Ciri yang sangat
mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan
pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui
fotosintesis sehingga tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa perkecualian, seperti pada
sejumlah tumbuhan parasit. Hal ini terjadi karena akibat adaptasi terhadap cara
hidup dan lingkungan yang unik. Sifatnya yang autotrof, membuat tumbuhan selalu
menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup
(rantai makanan).
Tumbuhan bersifat
stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa
alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat
sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan
lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih
besar daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan
banyak sekali metabolit sekunder sebagai
mekanisme pertahanan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu.
Pada tingkat selular, dinding sel yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa,
dan pektin menjadi ciri khasnya, meskipun pada tumbuhan tingkat sederhana
kadang-kadang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki
plastida dan vakuola yang besar serta seringkali mendominasi volume sel.
1.2.Rumusan masalah
1.
Apa yang
di masksud dengan jaringan pada tumbuhan
2. Penggolongan
jaringan pada tumbuhan
3. Tipe-tipe
berkas pengangkut pada tumbuhan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Jaringan
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan
yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang
sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang
biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam
hubungannya dengan penyakit
adalah histopatologi.
Jaringan
dimiliki oleh organisme yang telah
memiliki pembagian tugas untuk setiap
kelompok sel-selnya. Organisme bertalus, seperti alga (ganggang) dan fungi (jamur), tidak
memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk
struktur-struktur khas mirip organ, seperti tubuh buah
dan sporofor. Tumbuhan lumut
dapat dikatakan telah memiliki
jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.
Jaringan
tumbuhan relatif
lebih homogen daripada jaringan hewan.
Tumbuhan tidak memiliki kemampuan
lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif
sebagaimana hewan. Meskipun
demikian, banyak sel-sel baru terbentuk untuk
berbagai jaringan sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi
pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah atau umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena
tumbuhan selalu bertambah massanya, khususnya bagi tumbuhan
tahunan. Jaringan yang
aktif memperbanyak diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut jaringan meristem, sementara
jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan tetap/permanen.
2.2.Berdasarkan
kemampuan membelah jaringan terbagi 2 :
A. Jaringan
Meristem ( jaringan muda )
Jaringan meristem terdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel
punca (stem
cells) hewan. Jaringan ini dapat
ditemukan pada titik-titik tumbuh di ujung batang
dan akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah kulit
kayu (sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem
tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem
antara/interkalar). Jaringan ini, terutama meristem ujung, mudah diinduksi
untuk diperbanyak secara in vitro.
Dalam jargon kultur
jaringan, sel-sel ini
dikatakan bersifat embrionik (dapat membentuk embrio). Jaringan meristem juga terbentuk apabila ada bagian tumbuhan
yang terbuka, misalnya karena terluka. Mobilisasi beberapa fitohormon, biasanya auksin dan sitokinin, akan memicu terbentuknya
sel-sel meristem yang membentuk
semacam jaringan tidak
terdiferensiasi yang disebut kalus. Jaringan ini selalu aktif membelah, ukuran sel kecil,
berbentuk kuboid atau prismatik ,berdinding tipis, nukleus relatif besar,
vakuola kecil, kaya sitoplasma.

a. Berdasarkan
cara pembentukannya meristem terbagi menjadi :
b.
Berdasarkan
letak jaringannya meristem dibagi 3
yaitu :
v Meristem Apikal, yaitu yang terletak di ujung akar dan ujung batang, yang
aktivitasnya menghasilkan perpanjangan akar dan batang. Pertumbuhan yang
diawali oleh meristem apikal disebut pertumbuhan primer, dan semua jaringan
yang terbentuk dari meristem apikal diebut jaringan primer.

v Meristem interkalar
atau meristem antara, yaitu merupakan meristem
yang terletak di antara jaringan meristem primer dewasa, dan masih termasuk
pertumbuhan primer, contohnya ruas batang bambu.

v
Meristem Lateral atau meristem samping, yaitu meristem yang menghasikan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan
sekunder merupakan proses penebalan pada akar dan batang tumbuhan, yang dikenal
dengan kambium.

v
Kambium
adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang sebenarnya merupakan jaringan dewasa
seperti ( epidermis , parenkim , kolenkim , sklerenkim ) namun sel selnya
mempunyai kemampuan totipotens
v
Karena
kambium bisa mersifat meristem lagi
sehingga terjadi pembentukan meristem yang ke dua yang kemudian disebut jaringan
meristem sekunder.
v Aktivitas kambium
yang merupakan jaringan meristem sekunder ini membelah terus menerus , membesar
dan berdefrensiasi membentuk xilem dan floem sebagai jaringan pengangkut.
v
Kambium
membelah keluar membentuk Floem
(jaringan pembuluh tapis/kulit) dan
membelah kedalam membentuk Xylem ( pembuluh kayu) sehingga tanaman
membesar
v
Pembentukan
Xylem/Floem ditujukan untuk proses transportasi zat.
v
Xylem
yaitu pembuluh untuk mengangkut air dan mineral sedang Floem pembuluh
untuk mengangkut hasil fotosintesis.
v
Perlu
diketahui pembentukan Xylem dan Floem oleh kambium itu ditentukan oleh faktor
lingkungan misalnya air dan mineral.
v
Kambium
membentuk Xylem/Floem pada musim penghujan dan kemarau mengalami perbedaan, dan
akan membentuk lingkaran tahun.
v
Musim
kemarau Xylem/Floem hanya terbentuk garis karena sulitnya mendapatkan air
sehingga pembelahannya terhambat sedang di musim hujan kebutuhan terpenuhi maka
pembentukan Xylem/Floem menjadi lebih cepat pembelahan selnya akibatnya menjadi
lebih tebal.
v
Garis-garis
pada batang disebut dengan lingkar tahunan, yang menunjukan umur pohon tersebut.
v
Aktivitas
kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder, sehingga batang tumbuhan menjadi
besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji
terbuka ).
v
Pada
masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan
pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis
dibandingkan kayu.

v
Ada
dua macam kambium, yaitu kambium pembuluh (vaskuler), dan kambium gabus
(felogen) :
v
Kambium
pembuluh (vaskuler) yaitu kambium
yang terletak bersama jaringan pembuluh pengangkut, yang berperan dalam
penebalan batang dan akar selama pertumbuhan sekunder.
v
Kambium
gabus (felogen), menghasilkan
lapisan pelindung atau jaringan gabus yang disebut lapisan periderm, yang
terletak di bawah epidermis batang dan akar yang sudah tua.
B.
Jaringan
Permanen (Dewasa)
Jaringan Permanen (dewasa) adalah jaringan yang bersifat nonmerismatik,
yaitu tidak tumbuh dan tidak berkembang lagi. Dibentuk dari proses diferensiasi
dan spesialisasi sel meristem primer atau sekunder. Jaringan permanen terdiri
dari jaringan pelindung (jaringan epidermis dan jaringan gabus), jaringan
parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut
(xylem dan floem).
v
Jaringan
Epidermis
v
Merupakan
jaringan yang terletak paling luar
pada setiap organ tumbuhan akar,batang dan daun.
v
Berfungsi
sebagai pelindung organ dalam tumbuhan, pelindung terhadap hilangnya air karena
penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan.
v
Ciri-cirinya terdiri
dari sel hidup, bentuk persegi panjang, susunan sel rapat tidak ada ruang antar
sel, tidak ada klorofil, dinding sel bagian luar mengalami penebalan.
v
Dapat termodifikasi
menjadi stomata, trikoma, spina/duri, velamen, sel kipas dan sel kresik.

Keterangan gambar :
v
Stomata
/stoma/mulut daun : suatu celah
pada epidermis yang terdiri dari dua sel penjaga yang berisi kloroplas, yang berfungsi sebagai jalan
penguapan (transpirasi), jalan pernapasan (respirasi) dan jalan masuknya CO2
dan keluarnya O2 waktu fotosintesis.


v
Trikoma
(rambut-rambut), merupakan
modifikasi epidermis yang terdapat pada akar, batang, daun, bunga, buah dan
buji. Terdiri dari trikoma non
glanduler yang selnya tidak mengeluarkan zat sekretoris, dan trikoma glanduler
yang selnya mengeluarkan zat sekretoris. Fungsi
trikoma adalah mengurangi pengupan, meneruskan rangsangan, membantu penyebaran
biji, membantu perkecambahan biji, membantu penyerbukan bunga, sebagai alat
pemanjat, dan mengurangi gangguan manusia dan hewan.
v
Spina
(duri) terdiri dari spina palsu dan asli. Spina palsu dibentuk oleh jaringan di
bawah epidermis, yaitu di korteks, misalnya pada batang mawar. Spina asli
duri yang dibentuk dari bagian dalam stele/silinder pusat batang, misalnya duri
bunga kertas (Bougainvillea).

v
Velamen
merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung
(akar udara), fungsi sebagai alat penyimpanan udara, misal pada anggrek.

v
Sel
kipas/motor cell/bulliform cell, merupakan alat tambahan pada epidermis bagian
atas daun, berfungsi sebagai penyimpan air, contoh pada bambu dan daun sereh,
untuk mengurangi penguapan daun sereh akan menggulung, penggulungan ini
diakibatkan oleh adanya sel-sel kipas sebagai bentuk adaptasi tanaman untuk
mengurangi penguapan.
v
Sel
kresik, merupakan sel epidermis
yang berisi kristal kersik (silika/ SiO2), misalnya pada tebu yang menyebabkan
batang tanaman tebu menjadi keras.
v
Jaringan
Gabus
jika
epidermis rusak maka digantikan jaringan gabus, yang berfungsi melindungi
jaringan lain agar tidak kehilangna banyak air. Pada tumbuhan dikotil kambium
gabus dibentuk oleh sel-sel felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam,
berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, dan pembentukan ke arah luar berupa
sel-sel mati yang disebut felem.

Merupakan
jaringan dasar karena menyusun sebagian besar jaringan pada zat akar, batang
,daun dan buah, serta terdapat di antara xilem dan floem. Ciri selnya adalah
merupakan sel hidup berukuran besar, tipis dan lentur, umumnya berbentuk segi
enam, banyak vakuola, memiliki ruang antar sel sehinga ruangan tidak
rapat,mampu bersifat embrional /meristem, karena dapat membelah diri).


v
Berdasarkan
fungsinya, jaringan parenkim dikelompokkan menjadi:
v
Parenkim
asimilasi merupakan jaringan
parenkim tempat pembuatan zat makanan melalui fotosintesis.

v
Parenkim
penimbun, tempat menyimpan
cadangan makanan karena memiliki vakuola besar, misalnya pada umbi, biji, dan
rimpang, yang menyimpan cadangan makanan berupa pati, minyak dan senyawa alkaloid.
v
Parenkim
air, berfungsi sebagai tempat penyimpan air, seperti pada tumbuhan xerofit
yaitu kaktus.
v
Parenkim
pengangkut, merupakan parenkim yang terletak disekitar xilem dan floem.
v
Parenkim
penyimpan udara/ airenkim.
v
Parenkim
penutup luka, parenkim yang memiliki kemampuan regenerasi/ pemulihan diri
dengan cara meristematis kembali. Parenkim ini disebut juga kambium gabus
(felogen).
v
Menguatkan
tegaknya batang dan daun.
v
Melindungi
biji dan embrio.
v
Memperkuat jaringan parenkim penyimpan udara.
v
Melindungi berkas pengangkut (vaskuler)
Jaringan penyokong terbagi menjadi
2 yaitu kolenkim dan sklerenkim.

v
Serabut
sklerenkim merupakan sel panjang,
sempit, berujung runcing, terbagi menjadi serabut xiler dan ekstraxiler.
Serabut xiler merupakan komponen utama penyusun kayu, terlepak pada jaringan
xilem. Serabut ekstraxiler terletak di luar jaringan serabut xiler, yang sering
digunakan untuk membuat tali tambang, karung goni,bahan dasar xekstil
pembuat pakaian.
v
Sklereid,
merupakan sel sel tumbuhan yang
telah mati, misalnya pada tempurung kelapa,butiran pada buah jambu biji dan
buah pir.


v
Trakeid,
merupakan sel tumbuhan yang
dindingnya mengalami penebalan lignin, sel-sel akan mati setelah dewasa, bentuk
lancip dan panjang, memiliki dinding sel berlubang-lubang (pit). Berfungsi
sebagai penopang dan pengangkut air.
v
Komponen
pembuluh, merupakan sel-sel silinder yang mati setelah dewasa, bagian ujung
saling bersatu membentuk tabung pengangkut air.


v
Parenkim
floem berfungsi menyimpan
cadangan makanan dan sebagai sekat pemisah antara floem yang satu dengan yang
lain.
v
Serabut
floem
merupakan jaringan sklerenkim yang berfungsi memperkuat serabut pembuluh.
v
Komponen
pembuluh tapis, merupakan sel memanjang yang ujungnya bersatu membentuk suatu
pembuluh, hanya berfungsi selama sel-sel tersebut hidup.
v
Sel
penggiring, sel yang ukurannya lebih kecil, berperan untuk memberi makan
sel-sel penyusun komponen pembuluh tapis yang masih hidup, dan hanya terdapat
pada angiospermae (biji tertutup).
C.
Tipe-tipe
Berkas Pengangkut
Berdasarkan posisi
xylem dan floem dibedakan atas : Tipe kolateral dan tipe radial.


BAB III
KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Jaringan pada
tumbuhan dibagi menjadi 2 :
1.
Jaringan
Meristem
v
Promeristem
v
Meristem
primer
v
Meristem
sekunder
v
Meristem
apikal
v
Meristem
intekalar
v
Meristem
lateral
2.
Jaringan
Permanen
v
Jaringan
epidermis
v
Jaringan
gabus
v
Jaringan
kolenkim
v
Jaringan
sklerenkim
v
Jaringan
xylem
v
Jaringan
floem
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA