Selasa, 31 Januari 2017

Makalah Botani Farmasi
Jaringan
Description: http://logokampus-kampus.googlecode.com/files/logo%20unfari.png
Disusun Oleh :
Feryka Hidayat
Fithri Nur’aini
Ilviya Anggraeni
Isna Wardani
Iyam Siti Mryam
Nisa Nurul Jannah




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Tumbuhan merupakan salah satu dari klasifikasi makhluk hidup. Tumbuhan memiliki klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi sebagai media penciptaan makanan dan untuk proses fotosintesis. Dalam ilmu biologi, tumbuhan termasuk organisme yang disebut Regnum Plantae yang merupakan organisme multiseluler atau terdiri atas banyak sel. Tercatat sekitar 350.000 spesies tumbuhan, dari jumlah tersebut 258.650 jenis merupakan  tumbuhan berbunga dan 18.000 jenis termasuk tumbuhan lumut. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis.
Ciri yang sangat mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis sehingga tumbuhan secara umum bersifat  autotrof. Beberapa perkecualian, seperti pada sejumlah tumbuhan parasit. Hal ini terjadi karena akibat adaptasi terhadap cara hidup dan lingkungan yang unik. Sifatnya yang autotrof, membuat tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).
Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih besar daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan banyak  sekali metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu. Pada tingkat selular, dinding sel yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin menjadi ciri khasnya, meskipun pada tumbuhan tingkat sederhana kadang-kadang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki plastida dan vakuola yang besar serta seringkali mendominasi volume sel. 




1.2.Rumusan masalah
1.      Apa yang di masksud dengan jaringan pada tumbuhan
2.      Penggolongan jaringan pada tumbuhan
3.      Tipe-tipe berkas pengangkut pada tumbuhan

























BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Jaringan
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi  fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan  histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan  penyakit  adalah  histopatologi.
Jaringan dimiliki oleh organisme yang telah  memiliki pembagian tugas untuk setiap  kelompok  sel-selnya. Organisme  bertalus,  seperti alga (ganggang) dan  fungi (jamur), tidak  memiliki perbedaan jaringan, meskipun mereka dapat membentuk struktur-struktur khas mirip organ, seperti  tubuh buah  dan  sporofor. Tumbuhan lumut  dapat dikatakan telah memiliki jaringan yang jelas, meskipun ia belum memiliki jaringan pembuluh yang jelas.
Jaringan  tumbuhan  relatif lebih homogen daripada jaringan  hewan. Tumbuhan tidak  memiliki kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif  sebagaimana  hewan. Meskipun demikian, banyak sel-sel baru terbentuk untuk  berbagai  jaringan  sebagai kompensasi  banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan  energi (misalnya pada buah atau umbi) atau  metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru  karena  tumbuhan  selalu  bertambah massanya, khususnya bagi  tumbuhan tahunan. Jaringan  yang  aktif  memperbanyak  diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut  jaringan meristem, sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan tetap/permanen.












2.2.Berdasarkan kemampuan membelah jaringan terbagi 2 :
A.    Jaringan Meristem ( jaringan muda )
Jaringan  meristem terdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel punca (stem cells) hewan. Jaringan ini dapat  ditemukan pada titik-titik tumbuh di ujung  batang  dan  akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah  kulit kayu (sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem antara/interkalar). Jaringan ini, terutama meristem ujung, mudah diinduksi untuk diperbanyak secara  in vitro. Dalam  jargon kultur jaringan, sel-sel ini dikatakan bersifat embrionik (dapat membentuk embrio).  Jaringan meristem  juga terbentuk apabila ada bagian tumbuhan yang terbuka, misalnya karena terluka. Mobilisasi beberapa  fitohormon, biasanya  auksin dan sitokinin, akan memicu terbentuknya  sel-sel  meristem yang  membentuk  semacam jaringan tidak  terdiferensiasi yang  disebut  kalus. Jaringan ini selalu aktif membelah, ukuran sel kecil, berbentuk kuboid atau prismatik ,berdinding tipis, nukleus relatif besar, vakuola kecil, kaya sitoplasma.



Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\ujungabatang.JPG







a.       Berdasarkan cara pembentukannya meristem terbagi menjadi :
*      Promeristem, yaitu jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih embrio/meristem pada tingkat embrio.
*      Meristem Primer, yaitu jaringan meristem yang ditemui pada tumbuhan dewasa dan masih membelah diri, terletak pada bagian apikal /ujung  batang dan  ujung akar, aktivitasnya membuat akar dan batang tumbuh memenjang.
*      Meristem Sekunder, yaitu jaringan meristem yang berasal dari meristem primer, contoh kambium.

b.      Berdasarkan letak jaringannya  meristem dibagi 3 yaitu :
v  Meristem Apikal,  yaitu yang terletak di ujung akar dan ujung batang, yang aktivitasnya menghasilkan perpanjangan akar dan batang. Pertumbuhan yang diawali oleh meristem apikal disebut pertumbuhan primer, dan semua jaringan yang terbentuk dari meristem apikal diebut  jaringan primer.


Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\images









v  Meristem interkalar atau meristem antara, yaitu  merupakan  meristem yang terletak di antara jaringan meristem primer dewasa, dan masih termasuk pertumbuhan primer, contohnya ruas batang bambu.
                                                                                         
         Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\images(1)

v  Meristem Lateral atau meristem samping, yaitu meristem yang menghasikan pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder merupakan proses penebalan pada akar dan batang tumbuhan, yang dikenal dengan kambium.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\pertumbuhan+sekunder+kambium.jpg




v  Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang sebenarnya merupakan jaringan dewasa seperti ( epidermis , parenkim , kolenkim , sklerenkim ) namun sel selnya mempunyai kemampuan totipotens
v  Karena kambium bisa mersifat meristem lagi sehingga terjadi pembentukan meristem yang ke dua yang kemudian disebut jaringan meristem sekunder.
v  Aktivitas kambium yang merupakan jaringan meristem sekunder ini membelah terus menerus , membesar dan berdefrensiasi membentuk xilem dan floem sebagai jaringan pengangkut.
v  Kambium membelah keluar membentuk Floem (jaringan pembuluh tapis/kulit) dan membelah kedalam membentuk Xylem ( pembuluh kayu) sehingga  tanaman membesar
v  Pembentukan Xylem/Floem ditujukan untuk proses transportasi zat.
v  Xylem yaitu pembuluh untuk  mengangkut air dan mineral sedang Floem pembuluh untuk   mengangkut hasil fotosintesis.
v  Perlu diketahui pembentukan Xylem dan Floem oleh kambium itu ditentukan oleh faktor lingkungan misalnya air dan mineral.
v  Kambium membentuk Xylem/Floem pada musim penghujan dan kemarau mengalami perbedaan, dan akan membentuk lingkaran tahun.
v  Musim kemarau Xylem/Floem hanya terbentuk garis karena sulitnya mendapatkan air sehingga pembelahannya terhambat sedang di musim hujan kebutuhan terpenuhi maka pembentukan Xylem/Floem menjadi lebih cepat pembelahan selnya akibatnya menjadi lebih tebal.
v  Garis-garis pada batang disebut dengan lingkar tahunan, yang menunjukan umur pohon tersebut.
v  Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka ).
v  Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.
Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\crosstree.jpg

v  Ada dua macam kambium, yaitu kambium pembuluh (vaskuler), dan kambium gabus (felogen) :
v  Kambium pembuluh (vaskuler) yaitu kambium yang terletak bersama jaringan pembuluh pengangkut, yang berperan dalam penebalan batang dan akar selama pertumbuhan sekunder.
v  Kambium gabus (felogen), menghasilkan lapisan pelindung atau jaringan gabus yang disebut lapisan periderm, yang terletak di bawah epidermis batang dan akar yang sudah tua.

B.     Jaringan Permanen (Dewasa)
Jaringan Permanen (dewasa) adalah jaringan yang bersifat nonmerismatik, yaitu tidak tumbuh dan tidak berkembang lagi. Dibentuk dari proses diferensiasi dan spesialisasi sel meristem primer atau sekunder. Jaringan permanen terdiri dari jaringan pelindung (jaringan epidermis dan jaringan gabus), jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xylem dan floem).








*      Jaringan pelindung
v  Jaringan Epidermis
v  Merupakan jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ  tumbuhan akar,batang dan daun.
v  Berfungsi sebagai pelindung organ dalam tumbuhan, pelindung terhadap hilangnya air karena penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan.
v  Ciri-cirinya terdiri dari sel hidup, bentuk persegi panjang, susunan sel rapat tidak ada ruang antar sel, tidak ada klorofil, dinding sel bagian luar mengalami penebalan.
v  Dapat termodifikasi menjadi stomata, trikoma, spina/duri, velamen, sel kipas dan sel kresik.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\jatingan+epidermis.jpg
Keterangan gambar :
v  Stomata /stoma/mulut daun : suatu celah pada epidermis yang terdiri dari dua sel penjaga yang berisi  kloroplas, yang berfungsi sebagai jalan penguapan (transpirasi), jalan pernapasan (respirasi) dan jalan masuknya CO2 dan keluarnya O2 waktu fotosintesis.
Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\STOMATA+12.jpg

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMRRWhYqiohr8qsxjdRKF5wtAxmQVGEzjeEd3cTOXKfZWOiZjoskohAvbi5oi7RRjZw10JcCGfhr2s-IYnBtrI6JDWCyFzIzsS7-NgLwLWl78PzqDyxlh5IvlbRp09Rhy01aqY2xkEtYQ/s400/Stomata-sel-penjaga-lapisan-epidermis.jpg

v  Trikoma (rambut-rambut), merupakan modifikasi epidermis yang terdapat pada akar, batang, daun, bunga, buah dan buji. Terdiri dari  trikoma non glanduler yang selnya tidak mengeluarkan zat sekretoris, dan trikoma glanduler yang selnya mengeluarkan zat sekretoris. Fungsi trikoma adalah mengurangi pengupan, meneruskan rangsangan, membantu penyebaran biji, membantu perkecambahan biji, membantu penyerbukan bunga, sebagai alat pemanjat, dan mengurangi gangguan manusia dan  hewan.
v  Spina (duri) terdiri dari spina palsu dan asli. Spina palsu dibentuk oleh jaringan di bawah  epidermis, yaitu di korteks, misalnya pada batang mawar. Spina asli duri yang dibentuk dari bagian dalam stele/silinder pusat batang, misalnya duri bunga kertas (Bougainvillea).

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV82pRos7FB2adcxAisJvLYbdRad7ZHRJlhO8qIY5oIlubbN6-xhU5F2QwvB-uYRJ_5uV9XQsgxI99zLs1nrj-Er-iZXS3xwGaS-fbsF8aZXPwqKcmXvxhvPZLVa4bjnXK0Rgbf8hcJEo/s400/Duri-spina-bunga-mawar-dan-bunga-kertas.jpg

v  Velamen merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermis pada akar gantung (akar udara), fungsi sebagai alat penyimpanan udara, misal pada anggrek.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\Velamen-tanaman-anggrek.jpg

v  Sel kipas/motor cell/bulliform cell, merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun, berfungsi sebagai penyimpan air, contoh pada bambu dan daun sereh, untuk mengurangi penguapan daun sereh akan menggulung, penggulungan ini diakibatkan oleh adanya sel-sel kipas sebagai bentuk adaptasi tanaman untuk mengurangi penguapan.
v  Sel kresik, merupakan sel epidermis yang berisi kristal kersik (silika/ SiO2), misalnya pada tebu yang menyebabkan batang tanaman tebu menjadi keras.

v  Jaringan Gabus
jika epidermis rusak maka digantikan jaringan gabus, yang berfungsi melindungi jaringan lain agar tidak kehilangna banyak air. Pada tumbuhan dikotil kambium gabus dibentuk oleh sel-sel felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam, berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, dan pembentukan ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\images(2)

*      Jaringan Parenkim (dasar)
Merupakan jaringan dasar karena menyusun sebagian besar jaringan pada zat akar, batang ,daun dan buah, serta terdapat di antara xilem dan floem. Ciri selnya adalah merupakan sel hidup berukuran besar, tipis dan lentur, umumnya berbentuk segi enam, banyak vakuola, memiliki ruang antar sel sehinga ruangan tidak rapat,mampu bersifat embrional /meristem, karena dapat membelah diri).

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\parenchyma.jpg


Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\parenkim-300x225.jpg


v  Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dikelompokkan menjadi:
v  Parenkim asimilasi merupakan jaringan parenkim tempat pembuatan zat makanan melalui fotosintesis.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\pict-leaf-tissue.jpg

v  Parenkim penimbun, tempat menyimpan cadangan makanan karena memiliki vakuola besar, misalnya pada umbi, biji, dan rimpang, yang menyimpan cadangan makanan  berupa  pati, minyak dan senyawa alkaloid.
v  Parenkim air, berfungsi sebagai tempat penyimpan air, seperti pada tumbuhan xerofit yaitu kaktus.
v  Parenkim pengangkut, merupakan parenkim yang terletak disekitar xilem dan floem.
v  Parenkim penyimpan udara/ airenkim.
v  Parenkim penutup luka, parenkim yang memiliki kemampuan regenerasi/ pemulihan diri dengan cara meristematis kembali. Parenkim ini disebut juga kambium gabus (felogen).


*      Jaringan Penyokong (penguat) merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri kokoh, serta memiliki dinding sel yang tebal dan kuat . Jaringan penyokong berfungsi :
v  Menguatkan tegaknya batang dan daun.
v  Melindungi biji dan embrio.
v  Memperkuat  jaringan parenkim penyimpan udara.
v  Melindungi  berkas pengangkut (vaskuler)
Jaringan penyokong terbagi menjadi 2 yaitu kolenkim dan sklerenkim.
*      Jaringan Kolenkim : sel-selnya hidup, memiliki banyak sifat yang mirip jaringan parenkim , dapat dianggap sebagai jaringan parenkim khusus yang menunjang organ pada batang muda dan tangkai daun muda , dan jarang ditemukan di akar ,dinding sel mengalami penebalan zat selulosa, tidak memiliki lignin (zat kayu).

        Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\collenchyme-267x300.jpg

*      Jaringan Sklerenkim : merupakan jaringan penunjang yang terdapat pada organ tumbuhan yang telah dewasa. Dinding sel  mengalami penebalan oleh lignin (zat kayu), protoplasmanya mati atau tidak aktif, terbagi menjadi dua, yaitu serabut sklerenkim dan sklereid.
v  Serabut sklerenkim merupakan sel panjang, sempit, berujung runcing, terbagi menjadi serabut xiler dan ekstraxiler. Serabut xiler merupakan komponen utama penyusun kayu, terlepak pada jaringan xilem. Serabut ekstraxiler terletak di luar jaringan serabut xiler, yang sering digunakan untuk membuat tali tambang, karung goni,bahan dasar  xekstil pembuat pakaian.
v  Sklereid, merupakan sel sel tumbuhan yang telah mati, misalnya pada tempurung kelapa,butiran pada buah jambu biji dan buah pir.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\images(3)

*      Jaringan Pengangkut/berkas vaskuler, terdiri dari xylem dan floem

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\xylem+tanaman.jpg

*      Xylem atau pembuluh kayu merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi  menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun. Tersusun dari parenkim xylem, serabut xylem,trakeid dan komponen pembuluh.
v  Trakeid, merupakan sel tumbuhan yang dindingnya mengalami penebalan lignin, sel-sel akan mati setelah dewasa, bentuk lancip dan panjang, memiliki dinding sel berlubang-lubang (pit). Berfungsi sebagai penopang dan pengangkut air.
v  Komponen pembuluh, merupakan sel-sel silinder yang mati setelah dewasa, bagian ujung saling bersatu membentuk tabung pengangkut air.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\images(4)

*      Floem atau pembuluh tapis, merupakan jaringan pengangkut yang berfungsi menyalurkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan. Sel berbentuk piramid , tersusun dari parenkim flopem dan serabut floem, pembuluh tapis dan sel pengiring.

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\images(5)

v  Parenkim floem berfungsi menyimpan cadangan makanan dan sebagai sekat pemisah antara floem yang satu dengan yang lain.
v  Serabut  floem merupakan jaringan sklerenkim yang berfungsi memperkuat serabut pembuluh.
v  Komponen pembuluh tapis, merupakan sel memanjang yang ujungnya bersatu membentuk suatu pembuluh, hanya berfungsi selama sel-sel tersebut hidup.
v  Sel penggiring, sel yang ukurannya lebih kecil, berperan untuk memberi makan sel-sel penyusun komponen pembuluh tapis yang masih hidup, dan hanya terdapat pada angiospermae (biji tertutup).
C.     Tipe-tipe Berkas Pengangkut
Berdasarkan posisi xylem dan floem dibedakan atas : Tipe kolateral dan tipe radial.
*      Tipe kolateral  merupakan suatu ikatan pembuluh angkut yang terbentuk dari xilem dan floem yang letaknya bersebelahan, xilem dibagian dalam dan floem dibagian luar. Terbagi menjadi kolateral terbuka (jika diantara xylem dan floem terdapat cambium pada anggota tanaman dikotil) dan  Kolateral tertutup ( jika antara xylem dan floem tidak dijumpai kambium pada tanaman monokotil )

Description: C:\Documents and Settings\iyam siti mariam\My Documents\Downloads\BAB 2. JARINGAN TUMBUHAN _ BIO SMANDA P.BUN II_files\KAMBIUM.bmp


*      Tipe Radial, yaitu ikatan pembuluh angkut dimana xylem dan floem membentuk cincin silindris, terdiri dari tipe radial amfikribal  ( apabila xylem berada ditengah dan floem mengelilingi xylem) dan radial amfivasal ( apabila floem ada ditengah dan xylem mengelilingi floem)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzloEau1z2z5ZpGKwSTt4zy_tlxRMR-S8FYyfU_4MWPH1Pgt2WsHbQddcaP4RC0CmP-WZX64GKq3j-47dl8MIcmbvdvU5HNeNu7TA75y7aWNPDIRL6Rc6rkKcppc-h6LOMOJhjzajAW8Q/s400/tipe-konsentris-amphikribral-dan-konsentris-amphivasal.jpg
















BAB III
KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan
Jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi 2 :
1.      Jaringan Meristem
*      Berdasarkan pembentukannya :
v  Promeristem
v  Meristem primer
v  Meristem sekunder
*      Berdasarkan letaknya :
v  Meristem apikal
v  Meristem intekalar
v  Meristem lateral
2.      Jaringan Permanen
*      Pelindung, terbagi :
v  Jaringan epidermis
v  Jaringan gabus
*      Parenkim
*      Penyokong, terbagi :
v  Jaringan kolenkim
v  Jaringan sklerenkim
*      Pengangkut,terbagi :
v  Jaringan xylem
v  Jaringan floem









BAB IV
DAFTAR PUSTAKA