ISLAM, IPTEK, DAN KEDOKTERAN
Di
susun Oleh:
1.
Feryka
Hidayat/DIA151174
2. Ina
Sulfina Aji/DIA151175

UNIVERSITAS
AL-GHIFARI
BANDUNG
2017
Daftar isi
Daftar isi.................................................................................................................... 1
BAB I.......................................................................................................................... 3
ISLAM........................................................................................................................ 3
1.1 Pengertian
islam.......................................................................................... 3
1.2 Beberapa
pengertian islam.......................................................................... 3
1.2.1
Berasal dari ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti
damai.......................................... 3
1.2.2
Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti
menyerah......................... 3
1.2.3 Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan
total kepada Allah. ....................................................................................................................4
1.2.4
Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti
bersih dan suci.................... 5
1.2.5
Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti
selamat dan sejahtera................ 5
1.3 Tujuan Ajaran Islam.................................................................................... 7
1.4.1 Al-quran.............................................................................................. 7
1.4.2 As-sunnah........................................................................................... 7
1.5
Ruang Lingkup Ajaran Islam......................................................................... 8
1.5.1 Aqidah................................................................................................. 8
1.5.2 Syariah................................................................................................. 9
1.5.3 Akhlaq............................................................................................... 10
1.6 Tingkatan Islam.......................................................................................... 11
1.6.1 Tingkatan
Pertama Islam..................................................................... 11
1.6.2 Tingkatan
Kedua: Iman....................................................................... 12
1.6.3 Tingkatan
Ketiga: Ihsan....................................................................... 13
BAB II....................................................................................................................... 14
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKHNOLOGI.................................................................. 14
2.1 Definisi Iptek............................................................................................. 14
2.2 Pelaksanaan
Dan Pengembangan Iptek di Indonesia................................... 15
2.3 DAMPAK POSITIF DAN
NEGATIF DARI IPTEK............................................... 16
2.3.1 Bidang
Sosial dan Budaya.................................................................... 16
2.3.2 Bidang
Pendidikan................................................................................. 17
2.4 Iptek Menurut Islam.................................................................................. 18
2.5 Penyikapan terhadap
Perkembangan IPTEK............................................... 19
2.6 Konsep Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Dalam Islam................................ 20
2.7 Arah Pengembangan Iptek Dalam Islam..................................................... 21
2.8 Berperilaku Islami Dalam
Menghadapi Kemajuan Iptek............................. 23
2.9 Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek............................................................... 26
2.10 Syariah
Islam Standar Pemanfaatan Iptek................................................... 28
2.11 Tokoh
Muslim Pelopor Iptek Dan Penemuaannya....................................... 30
BAB III...................................................................................................................... 31
KEOKTERAN............................................................................................................. 31
3.1 Definisi Ilmu Kedokteran............................................................................ 31
3.2 Perkembangan Kedokteran....................................................................... 33
3.2.1 Perkembangan
Kedokteran pada masa purba............................................ 33
3.2.2 Perkembangan
Kedokteran pada Masa Sebelum Nabi Muhammad SAW.... 34
3.2.3 Perkembangan Kedokteran Pada Masa
Islam............................................. 35
3.2.4 Penelitian
Mutakhir Tentang Kesehatan dan Obat-Obatan......................... 38
3.3 MANFAAT AGAMA DALAM KESEHATAN..................................................... 40
3.3.1
Puasa........................................................................................................ 40
3.3.2 Wudhu..................................................................................................... 41
3.3.3 Shalat....................................................................................................... 42
BAB IV KESIMPULAN................................................................................................ 44
BAB V DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 46
BAB I
ISLAM
1.1 Pengertian
islam
Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi
dan rasul terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir
zaman.
Pengertian Islam secara harfiyah
artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga
huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama)
Pengertian Islam Menurut Bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam
merupakan bentuk mashdar (infinitif)
dari kata aslama ini.
الإسلام مصدر من أسلم يسلم
إسلاما
1.2 Beberapa pengertian islam
1.2.1 Berasal dari ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti
damai.
Dalam
al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61)
“Dan jika mereka condong kepada
perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan
ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan
agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian.
Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat
menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum
muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya.
1.2.2 Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang
berarti menyerah.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini,
Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS.
4 : 125)
“Dan siapakah yang lebih baik
agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang
diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan
Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”
Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah
baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada
Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3 : 83) :
“Maka apakah mereka mencari
agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala
apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya
kepada Allahlah mereka dikembalikan.”
Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan
diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya
Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang
(baca; mutma’inah).
1.2.3 Berasal dari kata istaslama–mustaslimun :
penyerahan total kepada Allah.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS.
37 : 26) “Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.” Makna ini
sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang
muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa
dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT.
Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah
seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan,
kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada
Allah SWT.
Termasuk juga berbagai sisi kehidupan
yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya
karena Allah dan menggunakan manhaj Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS.
2 : 208)
“Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total
kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi
segala yang dilarang-Nya.
1.2.4 Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang
berarti bersih dan suci.
Mengenai
makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89):
“Kecuali orang-orang yang
menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS.
37: 84)
“(Ingatlah) ketika ia
datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”
Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih,
yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian
jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun
di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai
ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan
jiwa manusia.
1.2.5 Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti
selamat dan sejahtera.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19 : 47)
Berkata Ibrahim: “Semoga
keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku.
Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.”
Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat
manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan
kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.
Adapun Pengertian Islam Menurut
Istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul
Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang
diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan
pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing
umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’
Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang
dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah:
A. Islam sebagai wahyu illahi
Mengenai hal ini, Allah berfirman QS. 53 : 3-4 :
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya).”
B. Diturunkan
kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW)
Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)
“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa
yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq,
Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para
nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka
dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”
C. Sebagai
pedoman hidup
Allah berfirman (QS. 45 : 20):
“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk
dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”
D. Mencakup
hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara
mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa
nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak
memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika
mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah
bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka
disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia
adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki,
dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang
yang yakin?”
E. Membimbing
manusia ke jalan yang lurus.
Allah berfirman (QS. 6 : 153)
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah
jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari
jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”
F. Menuju
kebahagiaan dunia dan akhirat.
Allah berfirman (QS. 16 : 97)
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik
laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami
berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan
1.3 Tujuan
Ajaran Islam.
Islam diajarkan dan dipelajari
sejak kecil agar bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari penderitaan hidup
di dunia maupun di akherat. Dengan berpegang teguh pada ajaran ini semua
manusia pasti akan hidup damai dan sejahtera, karena islam mengeajarkan norma –
norma hidup dan perilaku kehidupan yang baik dan jauh dari penderitaan dan
kemaksiatan yang akan membawa kita pada penyiksaan di hari akhir nanti.
Dengan adanya pemahaman islam,
manusia akan lebih bisa mendekatkan diri pada sang pencipta dan akan terhindar
dari segala siksaan dan dosa
1.4 Sumber Ajaran Islam.
Dikalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran islam yang utama adalah Al quran dan As sunnah
Alquran adalah firman Allah yang
diturunkan kepada rasulullah, Muhammad bin Abdul,melalui jibril dengan
menggunakan lafal bahasa arab dan maknanya yang benar . agar ia menjadi hujjah
bagi rasul bahwa ia benar-benar rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia,
memberi petunjuk kepada mereka, dan menjadi sarana dan ibadah kepada Allah
dengan membacanya. Selanjutnya Alquran juga berfungsi sebagai hakim atau wasit
yang mengatur jalannya kehidupan manusia agar berjalan lurus, itulah sebabnya
ketika umat islam berselisih dalam segala urusannya hendaknya ia berhakim
kepada Alquran.
Menurut bahasa As sunnah artinya
jalan hidup yang dibiasakan terkadang jalan tersebut ada yang baik dan ada pula
yang buruk, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik
dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun ketetapan. Pengertian ini didasarkan pada
pandangan mereka terhadap nabi sebagai suri tauladan yang baik bagi manusia.
Sementara itu ulama ushul mengartikan bahwa As sunnah adalah sesuatu yang
berasal dari nabi Muhammad SAW dalam bentuk ucapan,perbuatan dan persetujuan
beliau yang berkaitan dengan hukum. sedangkan ulama fiqih mengartikan As sunnah
sebagai salah satu bentuk hukum syara’ yang apabila dikerjakan mendapat pahala
dan ditinggalkan tidak berdosa.
1.5
Ruang Lingkup Ajaran Islam
Ruang
lingkup ajaran islam terdapat 3 pegangan yaitu Aqidah, Syariah dan Akhlaq.
Kata aqidah berasal dari bahasa Arab, yaitu العقد yang
berarti الجمع بين أطراف الشيء (menghimpun atau mempertemukan dua buah ujung
atau sudut/ mengikat). Secara istilah aqidah berarti keyakinan keagamaan yang
dianut oleh seseorang dan menjadi landasan segala bentuk aktivitas, sikap,
pandangan dan pegangan hidupnya. Istilah ini identik dengan iman yang berarti
kepercayaan atau keyakinan Sekiranya disinergiskan antara makna lughawi dan
istilah dari kata aqidah di atas dapat digambarkan bahwa aqidah adalah suatu
bentuk keterikatan atau keterkaitan antara seorang hamba dengan Tuhannya,
sehingga kondisi ini selalu mempengaruhi hamba dalam seluruh perilaku,
aktivitas dan pekerjaan yang ia lakukan. Dengan kata lain keterikatan tersebut
akan mempengaruhi dan mengontrol dan mengarahkan semua tindak-tanduknya kepada
nilai-nilai ketuhanan.
Masalah-masalah aqidah selalu dikaitkan dengan
keyakinan terhadap Allah, Rasul dan hal-hal yang ghaib yang lebih dikenal
dengan istilah rukun iman. Di samping itu juga menyangkut dengan masalah
eskatologi, yaitu masalah akhirat dan kehidupan setelah berbangkit kelak.
Keterkaitan dengan keyakinan dan keimanan, maka muncul arkanul iman, yakni,
iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, hari akhirat, qadha dan qadar.
Di dunia Islam, permasalahan aqidah telah terbawa pada
berbagai pemahaman, sehingga menimbulkan kelompok-kelompok di mana
masing-masing kelompok memiliki metode dan keyakinan masing-masing dalam
pemahamannya.
Di antara kelompok-kelompok tersebut adalah
Muktazilah, Asy’ariyah, Mathuridiyah, Khawarij dan Murjiah. Menurut Harun
Nasution, timbulnya berbagai kelompok dalam masalah aqidah atau teologi berawal
ketika terjadinya peristiwa arbitrase (tahkim) ketika menyelesaikan sengketa
antara kelompok Mu’awiyah dan Ali ibn Abi Thalib. Kaum Khawarij memandang bahwa
hal tersebut bertentangan dengan QS al-Maidah/ 5: 44 yang berbunyi;
…ومن لم يحكم بما أنزل الله فألئك هم الكافرون
Siapa yang tidak menentukan hukum dengan apa yang
diturunkan Allah adalah kafir (QS al-Maidah/ 5: 44).
Peristiwa tersebut membuat kelompok Khawarij tidak
senang, sehingga mereka mendirikan kelompok tersendiri serta memandang bahwa
Mu’awiyah dan Ali ibn Abi Thalib adalah Kafir, sebab mereka telah melenceng
dari ketentuan yang telah digariskan al-Qur’an. Dengan berdirinya kelompok ini,
juga memicu berdirinya kelompok-kelompok lain dalam masalah teologi, sehingga
masing-masing memiliki pemahaman yang berbeda dengan yang lainnya. Namun
demikian, perbedaan tersebut tidaklah sampai menafikan Allah, dengan kata lain
perbedaan pemahaman tersebut tidak sampai menjurus untuk lari dari tauhid atau
berpaling pada thâgh ût.
Di antara sumber perbedaan pemahaman antara
masing-masing golongan tersebut antara lain adalah masalah kebebasan manusia
dan kehendak mutlak Tuhan. Ada kelompok yang menganggap bahwa kekuasan Tuhan
adalah maha mutlak, sehingga manusia tidaklah memiliki pilihan lain dalam
berbuat dan berkehendak. Kelompok ini diwakili oleh kelompok Asy’ariyah. Ada
pula kelompok bahwa Tuhan memang maha kuasa, tetapi Tuhan menciptakan
sunnah-Nya dalam mengatur kebebasan manusia, sehingga manusia memiliki
alternatif dan pilihan dalam berkehendak dan berbuat sesuai dengan sunnah yang
telah ditetapkan. Dengan kata lain manusia bebas dalam berbuat dan berkehendak.
Kelompok ini diwakili oleh kelompok Muktazilah. Ada pula kelompok yang
mengambil sikap pertengahan antara kedua kelompok tersebut, namun mereka tetap meyakini
bahwa Allah maha kuasa terhadap seluruh tindak-tanduk dan kehendak manusia.
Kelompok ini diwakili oleh Mathuridiyah.
Itulah sekilas tentang permasalahan aqidah serta
pemikiran masing-masing kelompoknya, di mana semua itu beranjak dari pemahaman
mereka terhadap kekuasaan Allah dan kebebasan manusia.
Syari’ah adalah sistem hukum yang
didasari Al-Qur’an, As-Sunnah, atau Ijtihad. Seorang pemeluk Agama Islam
berkewajiban menjalankan ketentuan ini sebagai konsekwensi dari ke-Islamannya.
Menjalankan syari’ah berarti
melaksanakan ibadah. Dalam hal ini tidak hanya yang bersifat ritual, seperti
yang termaksud dalam Rukun Islam, seperti: bersyahadat, sholat, zakat, puasa,
dan berhaji bagi yang mampu. Akan tetapi juga meliputi seluruh aktifitas (perkataan
maupun perbuatan) yang dilandasi keiman terhadap Allah SWT.
Akhlaq merupakan bentuk jamak
dari الخلق (al-khuluq) yang berarti القوى والسجايا المدركة بالبصيرة (kekuatan
jiwa dan perangai yang dapat diperoleh melalui pengasahan mata bathin).
Dari pengertian lughawi ini, terlihat bahwa
akhlaq dapat diperoleh dengan melatih mata bathin dan ruh seseorang terhadap
hal yang baik-baik. Dengan demikian dari pengertian lughawi ini tersirat bahwa
pemahaman akhlaq lebih menjurus pada perbuatan-perbuatan terpuji.
Konsekuensinya adalah bahwa perbuatan jahat dan melenceng adalah perbuatan yang
tidak berakhlaq (bukan akhlâq al-madzmûmah).
Secara istilah akhlaq berarti tingkah laku yang lahir
dari manusia dengan sengaja, tidak dibuat-buat dan telah menjadi kebiasaan.
Sedangkan Nazaruddin Razak, mengungkapkan akhlak dengan makna akhlak islam,
yakni suatu sikap mental dan laku perbuatan yang luhur, mempunyai hubungan
dengan Zat Yang Maha Kuasa dan juga merupakan produk dari keyakinan atas
kekuasaan dan keeasaan Tuhan, yaitu produk dari jiwa tauhid. Dari pengertian
ini terlihat sinergisitas antara makna akhlaq dengan al-khalq yang
berarti penciptaan di mana kedua kata ini berasal dari akar kata yang sama.
Dengan demikian pengertian ini menggambarkan bahwa akhlaq adalah hasil kreasi
manusia yang sudah dibiasakan dan bukan datang dengan spontan begitu saja,
sebab ini ada kaitannya dengan al-khalq yang berarti mencipta.
Maka akhlaq adalah sifat, karakter dan perilaku manusia yang sudah dibiasakan.
Al-Qur’an memberi kebebasan kepada manusia untuk
bertingkah laku baik atau berbuat buruk sesuai dengan kehendaknya. Atas dasar
kehendak dan pilihannya itulah manusia akan dimintai pertanggungjawabannya di
akhirat atas segala tingkah lakunya. Di samping itu, akhlaq seorang muslim
harus merujuk kepada al-Qur’an dan sunnah sebagai pegangan dan pedoman dalam
hidup dan kehidupan.
Secara garis besar menurut Endang Saifuddin Anshari,
akhlak terdiri atas; pertama, akhlak manusia terhadap khalik, kedua, akhlak
manusia terhadap sesama makhluk, yakni akhlak manusia terhadap sesama manusia
dan akhlak manusia terhadap alam lainnya.
Menurut Muhammad Quraish Shihab, akhlaq manusia
terhadap Allah SWT bertitik tolak dari pengakuan dan kesadarannya bahwa tidak
ada Tuhan Selain Allah yang memiliki sifat terpuji dan sempurna. Dari pengakuan
dan kesadaran itu akan lahir tingkah laku dan sikap sebagai berikut:
1
Mensucikan Allah dan senantiasa memujinya.
2
Bertawakkal atau berserah diri kepada Allah setelah
berbuat dan berusaha terlebih dahulu.
3
Berbaik sangka kepada Allah, bahwa yang datang dari
Allah kepada makhluk-Nya hanyalah kebaikan.
Adapun akhlaq kepada sesama manusia dapat dibedakan
kepada beberapa hal, yaitu:
- Akhlaq kepada orang tua, yaitu
dengan senantiasa memelihara keredhaannya, berbakti kepada keduanya dan
memelihara etika pergaulan dengan keduanya.
- Akhlaq terhadap kaum kerabat,
yaitu dengan menjaga hubungan shilaturrahim serta berbuat kebaikan kepada
sesama seperti mencintai dan merasakan suka duka bersama mereka.
- Akhlaq kepada tetangga, yaitu
dengan menjaga diri untuk tidak menyakiti hatinya, senantiasa berbuat baik
(ihsân) dan lain-lain sebagainya.
1.6 Tingkatan
Islam
Tidak diragukan lagi bahwa prinsip agama Islam yang
wajib diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim ada tiga, yaitu;
(1) mengenal Allah Azza wa Jalla
(2) mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya
(3) mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
Mengenal agama Islam adalah landasan yang kedua dari
prinsip agama ini dan padanya terdapat tiga tingkatan, yaitu Islam, Iman dan
Ihsan. Setiap tingkatan mempunyai rukun sebagai berikut:
1.6.1 Tingkatan
Pertama Islam
Islam
memiliki lima rukun, yaitu:
1
Sahadat
2
Menegakkan shalat.
3
Membaya zakat.
4
Puasadibulan Ramadhan.
5
Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke
sana.
Kelima
rukun Islam ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ;
َاْلإِسْلاَمُ
أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ،
وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ
الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً.
“Islam
itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan
benar melainkan hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan
shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke
Baitullah jika engkau mampu menuju ke sana.”
Juga
sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
بُنِيَ
اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ،
وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ.
“Islam
dibangun atas lima hal: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak
diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan
Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan
menunaikan haji ke Baitullah.”
1.6.2 Tingkatan
Kedua: Iman
Definisi iman menurut Ahlus Sunnah mencakup perkataan
dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, meng-ikrarkan dengan lisan dan
mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat
berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiyat.
Iman
memiliki beberapa tingkatan, sebagaimana terdapat dalam sabda beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
َاْلإِيْمَانُ
بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ
إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ،
وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ.
“Iman
memiliki lebih dari tujuh puluh cabang atau lebih dari enam puluh cabang,
cabang yang paling tinggi adalah ucapan laa ilaaha illallaah, dan yang paling
rendah adalah menyingkirkan duri (rintangan) dari jalan, dan malu adalah salah
satu cabang iman.”
Rukun
Iman ada enam, yaitu:
1
ImankepadaAllah.
2
Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya.
3
Iman kepada Kitab-Kitab-Nya.
4
Iman kepada Rasul-Rasul-Nya.
5
Iman kepada hari Akhir.
6
Iman kepada takdir yang baik dan buruk.
Keenam
rukun iman ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Umar bin al-Khaththab
Radhiyallahu anhu dalam jawaban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas
pertanyaan Malaikat Jibril Alaihissallam tentang iman, yaitu:
أَنْ
تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ
اْلآخِِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
“Engkau
beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya,
hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk.”
1.6.3 Tingkatan
Ketiga: Ihsan
Ihsan memiliki satu rukun yaitu engkau beribadah kepada Allah Azza wa
Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka
sesungguhnya Dia melihatmu.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari
‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu dalam kisah jawaban Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam kepada Jibril Alaihissallam ketika ia bertanya tentang ihsan,
maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
أَنْ
تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.
“Engkau
beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka bila engkau tidak
melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.”
Tidak
ragu lagi, bahwa makna ihsan secara bahasa adalah memperbaiki amal dan
menekuninya, serta mengikhlaskannya. Sedangkan menurut syari’at, pengertian
ihsan sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
أَنْ
تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.
“Engkau
beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak
melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.”
Maksudnya,
bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan ihsan dengan
memperbaiki lahir dan batin, serta menghadirkan kedekatan Allah Azza wa Jalla,
yaitu bahwasanya seakan-akan Allah berada di hadapannya dan ia melihat-Nya, dan
hal itu akan mengandung konsekuensi rasa takut, cemas, juga pengagungan kepada
Allah Azza wa Jalla, serta mengikhlaskan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla
dengan memperbaikinya dan mencurahkan segenap kemampuan untuk melengkapi dan
menyempurnakannya.
BAB II
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKHNOLOGI
2.1 Definisi
Iptek
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yg
tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yg mampu
memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Adapun
teknoogi adl terapan atau aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil
nyata yg lebih canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju
lagi. Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis untuk
mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab
kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Seperi kita ketahui, teknologi kini telah merembet
dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah
kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam
mewudkan kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Atas dasar
kreatifitas, akalnya, manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengolah
SDA yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan iptek
harus didasari terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua
masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Disatu sisi telah terjadi
perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun oelaksanaan
pembangunan IPTEK masih belum merata.
Masih banyak masyarakat kurang mampuyang putus
harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi. Hal itu dikarenakan
tingginy biaya pendidikan yang harus mereka tanggung. Makadari itu pemerintah
perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK
dapat bertujuan untuk meningkatkan SDM yang ada. Perkrmbangan IPTEK disamping
bermanfaat untukkemajuan hidup Indonesia juga memberikan dampak negatif.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan IPTEK
untuk menekan dampaknya seminimal mungkin antara lain:
1. Menjaga
keserasian dan keseimbangan dengan lingkungan setempat.
2. Teknologi
yang akan diterapkan hendaknya betul-betul dapat mencegah timbulnya permasalahan
di tempat itu.
3. Memanfaatkan
seoptimal mungkin segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
Dengan perkembangan dan kemajuan zaman dengan
sendirinya pemanfaatan dan penguatan iptek mutlak diperlukan untuk
mencapaikesejahteraan bangsa. Visi dan Misi iptek dirumuskan sebagai paduan
untuk mengoptimalkan setiap sumber daya iptek yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia.Undang-undang No.18 Tahun2002 tentang Sistem Nasional Penelitiha,
Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah berlaku
sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi Iptek sebagaimana
termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan
oleh pemerintah beserta seluruh rakyat dengan sebaik baiknya. Selain itu pula perkembangan
iptek di berbagai bidang di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat
semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak
negatif dari adanya perkembangan iptek, sehingga diperlukan pemikiran yang
serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam penemuan-penemuan baru
tersebut.
2.2 Pelaksanaan
Dan Pengembangan Iptek di Indonesia
Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa depan
sudah di pahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi yang serba kompleks
dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara lain: cloning,
cosmology, cryonics, cybernities, exobiology, genetik, engineering dan
nanoteknology. Cabang-cabang Iptek itu telah memunculkan berbagai
perkembangan yang sangat cepat dan implikasi yang menguntungkan bagi
manusia atau sebaliknya.
Untuk mendayagunakan Iptek diperlukan nilai-nilai
luhur agar dapat dipertanggungjawabkan. Rumusan 4 nilai luhur pembangunan Iptek
nasional.
1. Accountable,
penerapan Iptek harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral,
lingkungan, finansial bahkan dampak politis.
2. Visionary,
pembangunan ipek memberikan solusi strategis dan jangka panjang, tetapi taktis
dimana kini tidak bersifat sektoral dan hanya memberi implikasi terbatas.
3. Innovative,
asal katanya adalah “innovere” yang artinya temuan baru yang bermanfaat. Nilai
luhur dari pembangunan iptek artinya dapat berorientasi pada segala sesuatu
yang baru, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya untuk memproduksi
inivasi baru dalam upaya inovatif untuk mendapatkan produktifitas.
4. Excellence,
keseluruhan tahapan pembanguna iptek mulai dari fase inisiasi, perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, implikasi pada bangsa harus baik, yang
terbaik atau berusaha menuju terbaik. Pesatnya kemajuan iptek untek
memperkuat posisi daya saing Indonesia dalam kehidupan global.
2.3 DAMPAK
POSITIF DAN NEGATIF DARI IPTEK
Dampak
Positif
2.3.1 Bidang Sosial dan
Budaya
·
Dampak Positif
Akibat
kemajuan teknologi bisa kita lihat
a. Perbedaan
kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin
besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia
pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah
perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang
tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang
ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa
peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki
bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan
berbagai jabatan penting lainnya.
b. Meningkatnya
rasa percaya diri Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena
yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya
diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa
Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c. Tekanan,
kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi
globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun
demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya
·
Dampak Negatif
a. Kemerosotan
moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar.
Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat
menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
b. Kenakalan dan
tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin
meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola
interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah
tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga.
Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja
untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC),
internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri.
Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang
kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri
untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak
orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program
internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan
orang asing kapan saja.
2.3.2 Bidang
Pendidikan
Teknologi
mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
·
Dampak Positif
a. Munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan.
b. Munculnya
metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam
proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru
yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi
tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c. Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi
proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa
juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
·
Dampak Negatif
Disamping
itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
a. Kerahasiaan
alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential
Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan
ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan
tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet
tersebut.
b. Penyalah
gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
Kita tahu bahwa kemajuan di badang pendidikan juga mencetak generasi yang
berepngetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu
komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan
lain-lain.
2.4 Iptek
Menurut Islam
Peran Islam dalam perkembangan iptek adalah bahwa
Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram
(hukum-hukum syariah islam) wajib dijadikan tolok ukur dan pemanfaatan iptek,
bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan adalah
yang telah dihalalkan oleh syariah islam.
Sedangkan Iptek yang tidak boleh dimanfaatkan adalah
yang telah diharamkan. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketakwaan
kepada Allah SWT sumber segala kebaikan, Keindahan, dan Kemuliaan.
Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT hanya akan
muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan
terhadap Tuhan Allah SWT dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat
(manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan, Kekuasaan dan Keagungan-Nya.
Islam sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan,sangat
mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan
merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat
mementingkan pengembangan ilmu pengetahuandan teknologi. Berbeda dengan
pandangan Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk mementingkan
duniawi, maka Islam mementingkan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadah
atau pengabdian Muslim kepada Allah SWT dan mengembang amanat Khalifatullah
(wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada manusia dan
menyebarkan rahmat bagi seluruh alam.
Ada lebih dari
800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan,
pemikiran, dan pengamatan tehadap berbagai gejala alam, untuk di tafakuri dan
menjadi bahan dzikir kepada Allah.
Bila ada pemahaman atau tafsiran ajaran agama Islam
yang menentang fakta ilmiah, maka kemumgkinan yang salah adalah pemahaman dan
tafsiran terhadap ajaran agama tersebut. Bila ada ilmu pengetahuan yang
menentang prinsip pokok ajaran agama Islam maka yang salah adalah tafsiran
filosofis atau paradigma materialisme yang beradadi balik wajah ilmu
pengetahuan modern tersebut. Karena alam semesta yang dipelajari melalui ilmu
pengetahuan dan ayat-ayat suci Tuhan( Al-Quran) dan Sunnah Rasulullah SAW yang
di pelajari melalui agama adalah sama-sama ayat (tanda-tanda dan perwujudan )
Allah SWT, maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan
bertolak belakang, karena keduanya berasal dari satu sumber sama, Allah Yang
Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta.
2.5 Penyikapan
terhadap Perkembangan IPTEK
Setiap manusia diberikan hidayah dari Allah SWT berupa
“alat” untuk mencapai dan membuka kebenaran. Hidayah tersebut adalah :
a.
indera, untuk menangkap kebenaran fisik,
b.
naluri, untuk mempertahankan hidup dan kelangsungan
hidup manusia secara probadi maupun sosial
c.
pikiran dan atau kemampuan rasional yang mampu
mengembangkan kemampuan tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan biasa, ilmiah
dan filsafi). Akal juga merupakan penghantar untuk menuju kebenaran tertinggi
d.
imajinasi, daya khayal yang mampu menghasilkan
kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya
e.
hati nurani, suatu kemampuan manusia untuk dapat
menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai makhluk yang harus bermoral.
Dalam menghadapi perkembangan budaya manusia dengan
perkembangan IPTEK yang sangat pesat, dirasakan perlunya mencari keterkaitan
antara sistem nilai dan norma-norma Islam dengan perkembangan tersebut. Menurut
Mehdi Ghulsyani (1995), dalam menghadapi perkembangan IPTEK ilmuwan muslim
dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok:
·
Kelompok yang menganggap IPTEK moderen bersifat netral
dan berusaha melegitimasi hasil-hasil IPTEK moderen dengan mencari ayat-ayat
Al-Qur’an yang sesuai.
·
Kelompok yang bekerja dengan IPTEK moderen, tetapi
berusaha juga mempelajari sejarah dan filsafat ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen
yang tidak islami.
·
Kelompok yang percaya adanya IPTEK Islam dan berusaha
membangunnya. Untuk kelompok ketiga ini memunculkan nama Al-Faruqi yang
mengintrodusir istilah “islamisasi ilmu pengetahuan”.Dalam konsep Islam pada
dasarnya tidak ada pemisahan yang tegas antara ilmu agama dan ilmu non-agama.
Sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan yang dikembangkan manusia merupakan
“jalan” untuk menemukan kebenaran Allah itu sendiri. Sehingga IPTEK menurut
Islam haruslah bermakna ibadah. Yang dikembangkan dalam budaya Islam adalah
bentuk-bentuk IPTEK yang mampu mengantarkan manusia meningkatkan derajat
spiritialitas, martabat manusia secara alamiah. Bukan IPTEK yang merusak alam
semesta, bahkan membawa manusia ketingkat yang lebih rendah martabatnya.
Dari uraian di atas “hakekat” penyikapan IPTEK dalam
kehidupan sehari-hari yang islami adalah memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk
meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah
SWT. Kebenaran IPTEK menurut Islam adalah sebanding dengan kemanfaatannya IPTEK
itu sendiri.
IPTEK
akan bermanfaat apabila:
·
Mendekatkan pada kebenaran Allah dan bukan
menjauhkannya
·
Dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuannya
(yang baik),
·
Dapat memberikan pedoman bagi sesama,
·
Dapat menyelesaikan persoalan umat. Dalam konsep Islam
sesuatu hal dapat dikatakan mengandung kebenaran apabila ia mengandung manfaat
dalam arti luas.
2.6 Konsep Ilmu
Pengetahuan Dan Teknologi Dalam Islam
Peradaban manusia mengalami
puncak kejayaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi(IPTEK). Iptek menjadi
dasar dan pondasi yang menyangga bangunan peradaban modern. Hal ini berarti
masa depan suatu bangsa akan banyak di tentukan oleh tingkat penguasaannya
terhadap Iptek.
Pada dasarnya teknologi
memiliki karakteristik objektif dan netral, namun dalam situasi tertentu,
teknologi tidak netral karena memiliki potensi merusak dan potensi kekuasaan.
Disinilah letak perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam pemikiran islam ada dua
sumber ilmu:
-Akal
-Wahyu
Keduanya tidak boleh di
pertentangkan. Manusia diberi kebebasan dalam mengembangkan akal budinya
berdasarkan tuntunan Qur’an dan sunnah Rasul.
Dalam pemikiran islam memiliki
dua sifat yaitu,
Bersifat abadi, tingkat kebenaran bersifat
mutlak (absolute),karena bersumber dari wahyu Allah
Ilmu yang bersifat perolehan
(acquired knowledge).sifat kebenarannya bersifat nisbi(relative) karena
bersumber dari akal pemikiran manusia.
Dalam pandangan islam, antara
agama, ilmu pengetahuan dan teknologi terdapat hubungan yang harmonis yang
terintegrasi ke dalam suatu system yang disebut Dinul Islam. Islam
memiliki tiga unsur pokok yaitu: Akidah, syari’ah, dan akhlak. Islam
merupakan ajaran agama yang sempurna. Kesempurnaannya dapat tergambar dalam
keutuhan inti ajarannya. Ketiga inti ajaran ajaran itu terintegrasi di dalam
sebuah system ajaran yang disebut Dinul Islam.
Dalam QS.14 (Ibraim):24 25
dinyatakan:
Artinya ; (24) Maka kamu
perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik sepeti
pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, (25) Pohon
itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizing Tuhannya. Allah membuat
perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat
Ayat di atas menggambarkan
keutuhan antara iman,ilmu,dan amal atau Aqidah,syari’ah dan Akhlak dengan
menganologikan bangunan Dinul Islam, bagaikan sebatang pohon yang baik. Akarnya
menghujam ke bumi, batangnya menjulang tinggi ke langit, cabangnya atau
dahannya rindang dan buahnya lebat. Ini merupakan gambaran bahwa antaran
iman,ilmu dan amal merupakan satu kesatuan yang utuh,tidak dapat pisahkan
antara satu sama lain. Iman diidentikan dengan akar dari sebuah pohon yang
menopang tegaknya ajaran islam. Ilmu bagaikan batang pohon yang
mengeluarkan dahan-dahan cabang-cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan amal ibarat
buah dari pohon itu identik dengan teknologi dan seni. Iptek yang dikembangkan
diatas nilai-nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal shalih,bukan kerusakan
alam.
2.7 Arah
Pengembangan Iptek Dalam Islam
Allah telah menciptakan
manusia dengan potensi akal untuk memahami elemen- elemen alam, menyelidiki dan
menggunakan benda-benda dalam bumi dan langit demi kebutuhannya. Allah SWT
dalam QS. 17(Al Isra’) 70 berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي
الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى
كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا
Artinya: Dan sesungguhnya
telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka didaratan dan dilautan,
Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan
kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Dalam ayat tersebut,
Al-Qur’an sakhhara yang artinya menundukkan atau merendahkan,
maksudnya adalah agar alam raya ini dengan segala manfaat yang dapat diraih
darinya harus tunduk dan dianggap sebagai sesuatu yang posisinya berada di
bawah manusia. Peran manusia sebagai khalifah dimuka bumi menyebabkan alam
semesta tunduk dalam kepemimpinan manusia yang sejalan dengan maksud Allah SWT.
Dalam QS. 13(Ar Ra’du) : 2
Allah berfirman:
اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ
تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ
كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ
لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Artinya : Allah lah Yang meninggikan langit tanpa tiang(sebagaimana) yang kamu lihat,
kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, menundukkan matahari dan bulan. Masing- masing beredar
hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan(makhluk Nya), menjelaskan tanda-
tanda(kebesaranNya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu
Dengan kemampuan akal, ilmu,
dan teknolginya manusia dapat meniru segala kekuatan beraneka makhluk, manusia
dengan kapal udara dan jet dapat terbang ke udara seperti burung. Manusia dapat
menembus bumi dengan teknologinya serta menggali segala mineral dan minyak yang
terpendam dalam bumi.
Dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi, umat Islam hendaknya memiliki dasar dan motif bahwa
yang mereka lakukan tersebut adalah untuk memperoleh kemakmuran dan
kesejahteraan di dunia sebagai jembatan untuk mencari keridhaan Allah sehingga
terwujud kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman dalam Q.S. Al
Bayyinah 5:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ
لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ
دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya: Padahal mereka tidak
disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya
dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.
Ayat pertama dalam Al-Qur’an
adalah perintah iqra’bismirabikalladzi khalaq (bacalah dengan
nama Tuhanmu yang menciptakan). Hal ini bermakna ketundukan manusia bukan
kepada alam dan segala yang diciptakan, melainkan pada penguasa Alam. Allama bil qalam ( yang mengajar dengan qalam).
Makna qalam terus
berkembang sepanjang jalan, mulai dari alat tulis sederhana,sampai arti qalam di abad modern ini, sepeti mesin tik,computer,mesin percetakan,cetak jarak
jauh,internet, dan handphone yang beraneka fungsinya yang terus berkembang. Qalam adalah
alat tulis dan alat perekam,sebagai lambing teknologi.
Dalam Islam segala amal
perbuatan(manusia muslim) senantiasa di kaitkan dengan keridhaan Allah. Dalam
masalah ibadah senantiasa memperhatikan petunjuk dari Rasulullah. Tapi dalam
menghadapi dunia yang terus berkembang ini, manusia diberikan kebebasan
seluas-luasnya untuk di kembangkan dengan memperhatikan batasan-batasan yang
telah di tentukan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi
adalah lapangan kegiatan yang terus-menerus berkembang dan perlu dikembangkan
karena mempunyai manfaat sebagai penunjang kehidupan manusia. Dengan adanya
teknologi, banyak segi kehidupan manusia yang dipermudah berpijak kepada dasar
dan motif dalam pencarian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kecanggihan teknologi bagi umat muslim taklain untuk memperoleh kemakmuran dan
kesejahteraan di dunia sebagai jembatan untuk mencari ke ridhaan Allah,
sehingga dapat di capai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Arah perkembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi dibutuhkan agar dalam perkembangannya tidak
menyimpang dari ketentuan hukum-hukum syara’, dan hanya mengikuti keinginan dan
hawa nafsu manusia demi kepuasan intelektualitas. Dalam sistem pendidikan
islam, strategi dan arah perkembangan iptek dapat kita lihat dalam kerangka
berikut ini:
- Tujuan utama ilmu yang
dikuasai manusia adalah dalam rangka untuk mengenal Allah swt. sebagai Al
Khaliq, menyaksikan kehadirannya dalam berbagai fenomena yang diamati, dan
mengangungkan Allah swt, serta mensyukuri atas seluruh nikmat yang telah
diberikanNya.
- Ilmu harus dikembangkan
dalam rangka menciptakan manusia yang hanya takut kepada Allah swt. semata
sehingga setiap dimensi kebenaran dapat ditegakkan terhadap siapapun juga
tanpa pandang bulu.
- Ilmu yang dipelajari
berusaha untuk menemukan keteraturan sistem, hubungan kausalitas, dan
tujuan alam semesta.
- Ilmu dikembangkan dalam
rangka mengambil manfaat dalam rangka ibadah kepada Allah swt., sebab
Allah telah menundukkan matahari, bulan, bintang, dan segala hal yang
terdapat di langit atau di bumi untuk kemaslahatan umat manusia.
- Ilmu dikembangkan dan
teknologi yang diciptakan tidak ditujukan dalam rangka menimbulkan
kerusakan di muka bumi atau pada diri manusia itu sendiri.
- Dengan demikian, agama
dan aspek pendidikan menjadi satu titik yang sangat penting, terutama
untuk menciptakan SDM (Human Resources) yang handal dan sekaligus memiliki
komitmen yang tinggi dengan nilai keagamaannya.
- Di samping itu hal yang
harus diperhatikan pembentukan SDM berkualitas imani bukan hanya tanggung
jawab pendidik semata, tetapi juga para pembuat keputusan politik,
ekonomi, dan hukum sangat menentukan.
- Perlu dicatat bahwa akar
kriminalitas, termasuk KKN, terjadi adalah akhlaq/perilaku manusianya yang
teralienasi dengan ajaran agamanya. Revolusi terhadap perilaku manusia
merupakan basis dari gerakan pembaharuan yang benar. Oleh sebab itu sangat
diperlukan co-responsible for finding solutions. Untuk melakukan revolusi
tersebut maka musti diawali dengan revolusi pemikiran (Taghyiir al Afkaar)
dan pemahaman manusia terhadap Islam.
2.8 Berperilaku
Islami Dalam Menghadapi Kemajuan Iptek
Kemajuan Ilmu pengetahuan dan
teknologi dunia, yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir
ini, mencegangkan banyak orang di berbagai penjuru dunia. Kesejahteraan dan
kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern
tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup
peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan
krisis multidimensional yang diakibatkannya.
Peradaban Barat modern dan
postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan
material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Namun
karena kemajuan tersebut tidak seimbang, pincang, lebih mementingkan
kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu
negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan, bahkan menindas
hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah
kekuatan iptek, ekonomi dan militernya, maka kemajuan di Barat melahirkan
penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur &
Selatan.
Kemajuan Iptek di Barat, yang
didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang
positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi
materialisme-sekuler, pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan
ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun
di Timur.
Krisis multidimensional
terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral
Ketuhanan dan agama. Krisis ekologis, misalnya: berbagai bencana alam: Tsunami,
gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan
tingginya polusi industri di negara-negara maju; Kehancuran ekosistem laut dan
keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan
mineral emas, perak dan tembaga, seperti yang terjadi di Buyat, Sulawesi Utara
dan di Freeport Papua, Minamata Jepang. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil,
Rusia, dan di India, dll. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak
negara berkembang dan negara miskin, terjadi akibat ketidakadilan dan
’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai
perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Negara-negara yang berpenduduk
mayoritas Muslim, saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau
negara terkebelakang, yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak
menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sains-teknologi. Karena nyatanya
saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah, maka mereka
kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Beberapa di antara mereka
kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara
Barat. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai, ideologi dan budaya materialis
(’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi
informasi dan media komunikasi Barat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan
kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim.
Kenyataan memprihatikan ini
sangat ironis. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan
Iptek Islam yang jaya di masa lalu, justru kini terpuruk di negerinya sendiri,
yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya, namun miskin kualitas sumberdaya
manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Ketidakadilan global ini terlihat dari
fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di
negara-negara maju. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya
memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju.
Ironis bahwa Indonesia yang
sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi, justru mengalami
krisis dan kelangkaan BBM. Ironis bahwa ditengah keberlimpahan hasil produksi
gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia,
kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi, kelaparan, busung lapar,
dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Kemana harta kekayaan kita yang
Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi
negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia?
Kenyataan menyedihkan tersebut
sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas
Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik, ekonomi dan moral bangsa
dan umat. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan
mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah SWT. Serta
melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular, Matre dan hedonis
(mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu).
Akhlak yang baik muncul dari
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT Sumber segala Kebaikan, Keindahan dan
Kemuliaan. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT hanya akan muncul bila
diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah
SWT dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi)
sifat-sifat KeMahaMuliaan, Kekuasaan dan Keagungan-Nya.
Islam, sebagai agama
penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan, sangat mendorong dan mementingkan
umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian
di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Berbeda dengan pandangan dunia
Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang
’matre’ dan sekular, maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek
untuk menjadi sarana ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah SWT dan mengembang
amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi
untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan
lil ’Alamin). Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Qur’an yang
mementingkan proses perenungan, pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai
gejala alam, untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah.
Yang paling terkenal adalah ayat:
“ Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal, (yaitu) orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imron [3] : 190-191)
“Allah akan mengangkat derajat
orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.
Mujadillah [58] : 11 )Bagi umat Islam, kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda tanda/sinyal) KeMahaKuasaan dan Keagungan Allah SWT.
Ayat tanziliyah/naqliyah (yang
diturunkan atau transmited knowledge), seperti kitab-kitab suci dan
ajaran para Rasulullah (Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an), maupun ayat-ayat
kauniyah (fenomena, prinsip-prinsip dan hukum alam), keduanya bila
dibaca, dipelajari, diamati dan direnungkan, melalui mata, telinga dan hati
(qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan, pengenalan, keyakinan dan
keimanan kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Wujud yang wajib, Sumber
segala sesuatu dan segala eksistensi). Jadi agama dan ilmu pengetahuan, dalam
Islam tidak terlepas satu sama lain. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi
koin dari satu mata uang koin yang sama. Keduanya saling membutuhkan, saling
menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis, holistik dan integratif.
Bila ada pemahaman atau
tafsiran ajaran agama Islam yang menentang fakta-fakta ilmiah, maka kemungkinan
yang salah adalah pemahaman dan tafsiran terhadap ajaran agama tersebut. Bila
ada ’ilmu pengetahuan’ yang menentang prinsip-prinsip pokok ajaran agama Islam
maka yang salah adalah tafsiran filosofis atau paradigma materialisme-sekular
yang berada di balik wajah ilmu pengetahuan modern tersebut. Karena alam semesta yang dipelajari melalui ilmu pengetahuan, dan ayat-ayat
suci Tuhan (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulullah SAAW yang dipelajari melalui
agama, adalah sama-sama ayat-ayat (tanda-tanda dan perwujudan/tajaliyat)
Allah SWT, maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan bertolak
belakang, karena keduanya berasal dari satu Sumber yang Sama, Allah Yang Maha
Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta.
Dalam membicarakan tentang
iptek mulai dikaitkan dengan moral dan agama. Dalam kaitan ini, keterkaitan
iptek dengan moral (agama) diharapkan bukan hanya pada aspek penggunaannya saja
( aksiologi), tapi juga pada pilihan objek (ontology) dan
metodologi(epistemology)nya sekaligus.
Dinegara ini gagasan tentang
pendidikan imtak dan iptek sudah lama di gulirkan seperti yang diterapkan
BJ.Habibie karena adanya problem dikotomi antara apa yang di namakan ilmu-ilmu
umum(sains) dan ilmu-ilmiu agama (islam) juga disebabkan adanya kenyataan
bahwa pengembangan iptek dalam system pendidikan di Indonesia tampaknya
berjalan sendiri tanpa dukungan asas iman dan taqwa yang kuat sehingga
pengembangan dan kemajuan iptek tidak memiliki nilai tambah dan manfaat
untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
2.9 Aqidah Islam
Sebagai Dasar Iptek
Inilah peran pertama yang
dimainkan Islam dalam iptek, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala
konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa
oleh Rasulullah SAW.
Paradigma Islam inilah yang
seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini.Bukan paradigma sekuler seperti
yang ada sekarang. Diakui atau tidak, kini umat Islam telah telah terjerumus
dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya; dalam pandangan
hidup, gaya hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Bercokolnya
paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan,mengapa di dalam sistem
pendidikan yang diikuti orang Islam, diajarkan system ekonomi kapitalis
yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Eksistensi paradigma sekuler itu
menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan
dengan keyakinan dan keimanan muslim. Misalnya; Teori Darwin yang dusta dan
sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Bahwa manusia adalah hasil
evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi
melalui seleksi alam menjadiorganisme yang lebih kompleks hingga
menjadi manusia modern sekarang
Kekeliruan paradigmatis ini
harus dikoreksi. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total.
Dengan cara mengganti paradigma sekuler yangada saat ini, dengan paradigma
Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang
seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia.
Namun di sini perlu dipahami
dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan
berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari Al-Qur`an dan Al-Hadits, tapi
maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok
ukur Al-Qur`an dan Al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya
(Al-Baghdadi, 1996:12).
Jika kita menjadikan Aqidah Islam
sebagai landasan iptek, bukan berarti bahwa ilmu astronomi, geologi, agronomi,
dan seterusnya, harus didasarkan pada ayat tertentu, atau hadis tertentu.
Jadi, yang dimaksud menjadikan
Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber
kepada Al-Qur`an dan Al-Hadits, tapi yang dimaksud, bahwa iptek wajib
berstandar pada Al-Qur`an dan Al-Hadits.
Ringkasnya, Al-Qur`an dan
Al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek, dan bukannya sumber (mashdar) iptek.
Artinya, apa pun konsep iptek yang dikembangkan, harus sesuai dengan Al-Qur`an
dan Al-Hadits, dan tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits itu.
Jika suatu konsep iptek
bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits, maka konsep itu berarti harus
ditolak. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil
evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui
seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia
modern sekarang. Berarti, manusia sekarang bukan keturunan manusia pertama,
Nabi Adam AS, tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Ini bertentangan
dengan firman Allah SWT yang menegaskan, Adam AS adalah manusia pertama, dan
bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu, bukan keturunan
makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum, 2001). Firman Allah
SWT (artinya) :
(Dialah Tuhan) yang memulai
penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). (QS
As-Sajdah[32] : 7)
Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.(QS Al-Hujuraat [49] : 13)
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.(QS Al-Hujuraat [49] : 13)
Peran kedua Islam dalam
perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar
pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib
dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya.
Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam.
Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan,adalah yang telah diharamkan
syariah Islam.
Keharusan tolok ukur syariah
ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam
menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum
Allah dan Rasul-Nya. Antara lain firman Allah (artinya) :
Maka demi Tuhanmu, mereka
(pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad)
sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (QS An-Nisaa`
[4] : 65)
Ikutilah apa yang diturunkan
kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin
selain-Nya (QS Al-A?raaf [7] : 3)
Sabda Rasulullah SAW :
Barangsiapa yang melakukan
perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya,
maka perbuatan itu tertolak. (HR Muslim)
maka perbuatan itu tertolak. (HR Muslim)
Kontras dengan ini, adalah apa
yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan
mengikuti Barat secara membabi buta. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka
adalah manfaat, apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme.
Selama sesuatu itu bermanfaat,yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia, maka ia
dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Meskipun itu diharamkan dalam
ajaran agama.
Keberadaan standar manfaat
itulah yang dapat menjelaskan, mengapa orang Barat mengaplikasikan
iptek secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan dengan
nilai agama.
Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh
ratusan ribu manusia tak berdosa, memanfaatkan bayitabung tanpa melihat
moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti), mengkloning manusia
(berarti manusia bereproduksi secara a-seksual, bukan seksual), mengekploitasi
alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya, dan
seterusnya.
Karena itu, sudah saatnya
standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar.
Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi
segala sesuatu, yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi
manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah
segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan
konkret adalah syariah Islam.
Setiap manusia diberi hidayah
allah SWT berupa ‘’ Alat” untuk mencapai dan membuka kebenaran. Hidayah
tersebut adalah Indra, untuk menangkap kebenaran fisikNaluri, untuk
mempertahankan hidup dan kelangsungan hidup manusiasecara pribadi ,aupun
social. Pikiran dan atau kemampuan rasional yang mampu mengmbangkan kemampuan
tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan biasa,ilmiah dan fisafih). Akal juga
merupakan pengantar untuk menuju kebenaran tertinggi. Imajinasi, daya hayal
yang mampu menghasilkan kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya
Hati nurani, suatu kemampuan
manusia untuk dapat menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai
makhluk yang harus bermoral, Dalam menghadapi perkembangan budaya,manusia dengan
perkembangan iptek yang pesat,perlu mencari keterkaitan antara sistem nilai dan
norma-norma islam dengan perkembangan tersebut.Menurut Mehdi Ghulsyani
(1995),Menurut Al-Faruqi yang mengintrodusir istilah.
“ Islamisasi Ilmu
Pengetahuan “dalam menghadapi perkembangan iptek ilmuwan muslim dapat di
kelompokan dalam 3 kelompok ;
- Kelompok yang menganggap
iptek modern bersifat netral dan berusaha melegitimasi hasil-hasil iptek
modern dengan mencari ayat-ayat al-qur’an yang sesuai
- Kelompok yang bekerja
dengan iptek modern, tetapi berusaha juga mempelajari sejarh dan filsafat
ilmu agar dapat menyaring elemen-elemen yamg tidak islami
- Kelompok yang percaya
adanya iptek islam dan berusaha membangunnya
Untuk menyikapi iptek dalam
kehidupan sehari-hari yang islami adalah memanfaatkan perkembangan iptek untuk
meningkatkan martabat manusia dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah
SWT.Sedangkan,kebenaran iptek menurut islam adalah sebanding dengan
kemanfaatannya iptek sendiri.Iptek akan bermanfaat apabila;
- Mendekatkan pada
kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya
- Dapan membantu umat merealisasikan
tujuan-tujuannya (yang baik)
- Dapat memberikan pedoman
bagi sesama
- Dapat menyelesaikan
persoalan umat
2.11 Tokoh Muslim Pelopor Iptek Dan Penemuaannya
1.
Salman Al Farisi; pembuat strategi
perang kanal, meriam pelontar/tank.
2.
Miqdad bin Amru; pelopor pembuat
pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.
3.
Al Nadim (wafat thn 990, abad ke 10);
pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.
4.
Ma’mun Ar Rasyid (thn 815, abad 9);
pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di dunia yang dikenal dengan Darul
Hikmah di Baghdad.
5.
Nizam Al Mulk (thn 1067); pelopor
pendiri universitas modern pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah
(ditiru sistemnya oleh Oxford Univ. Inggris).
6.
Al Ghazali (wafat thn 1111); pelopor
pembuat klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya
mengarah timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu
kalam, ahli tasawuf.
7.
Al Khindi (wafat thn 866);
ahli/ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik,
kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno.
8.
Al Farabi (wafat thn 950); ahli musik
dan filsafat Yunani, (salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas
Aquinas).
9.
Ibnu Sina (wafat thn 1037) dikenal
oleh barat dengan nama Aveciena; ilmuwan ensiklopedi, dokter, psikolog, penulis
kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu kedokteran barat),
menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, Diabetes dan
penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.
10. Ibnu Rusydi (wafat thn 1198) dikenal oleh barat dengan nama Averusy; ahli
fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani kuno.
11. Fakhruddin
Razi (wafat thn 1290); ahli matematika, ahli fisika, tabib/dokter, filosof,
penulis ensiklopedia ilmu pengetahuan modern.
12. Ibnu Khaldun (wafat thn 1406); sejarahwan, pendidik ulung, pendiri filsafat
sejarah dan sosiologi.
13. Ibnu Thufail (wafat thn 1185); dokter, filosof, penulis novel filsafat
paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian dijiplak habis-habisan oleh Defoe
dengan judul barunya Robinson Crusoe
14. Ibnu Al Muqaffa (wafat thn 757); pengarang kitab Al Hayawan atau kitab
tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang Hewan.
15. Ikhwan Ash Shafa (983); pembuat serial pertama dan ensiklopedi pertama
(bukanlah Marshall Cavendish seperti yang diakui sekarang).
16. Al Khwarizmi (w.thn 850); menemukan logaritma (berasal dari nama Al
Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu bumi dengan menyatakan bumi itu bulat
sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah al Ardh.
17. Abu Wafa’ (w.thn 997); mengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri bola
serta penemu table Sinus dan Tangen, juga penemu variasi dalam gerakan bulan.
BAB III
KEOKTERAN
3.1 Definisi
Ilmu Kedokteran
Menurut Ibnu Sina, ilmu kedokteran adalah:
“Ilmu yang mengetahui keadaan badan manusia dari segi
yang mendatangkan atau yang menghilangkan kesehatan agar terpelihara kesehatan
yang sempurna.”
Menurut Ja’far Khadem Yamani,
bahwa pada dasarnya ilmu kedokteran sifatnya umum dan berlaku secara universal.
Akan tetapi, di dalamnya ada yang Islami, yaitu yang sejalan dengan syara’atau
tidak berlawanannya. Dan yang tidak Islami yaitu yang tidak sejalan
dengan syara’ atau berlawanan dengannya.
Ilmu kedokteran termasuk ilmu yang sangat
canggih dan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Kecanggihan
ilmu ini antara lain dapat dilihat dari cabangnya yang sangat banyak, seperti
ilmu penyakit dalam yang kemudian menimbulkan spesialisasi seperti spesialisasi
jantung, paru-paru, ginjal, usus buntu, kencing manis, penyakit gula, hernia,
leukemia, dan masih banyak lagi. Belum lagi dokter yang berkaitan dengan
spesialisasi anak, ibu hamil. Dan dokter kandungan. Artinya, ilmu kedokteran
ini semakin berkembang seiring dengan timbulnya berbagai penyakit yang
disebabkan kesalahan pada sejumlah tubuh dan seluruh pancaindra yang
dimilikinya.
Sains Islami sebagai sains yang
berlandaskan pada nilai-nilai universal secara kontruktif dapat dilihat
bagaimana ia meletakan peran Al-qur'an dalam kaitan Islam. Ini lah yang
membedakannya dengan pandangan dunia muslim. Teori-teori ilmiah yang
dimunculkan sains dilandaskan pada metafisikayang bertentangan dan menyudutkan
keyakinan kaum beragama, seperti teori penciptaan alam semesta, manusia,
hubungan alam dengan tuhan, dan sebagainya.
Islam berbeda dengan agama lain yang
datang sebelumnya. Islam datang sebagai agama dan untuk kepentingan duniawi
serta ukhrowi secara simultan. tidak sekedar terbatas jalur hubungan antara
hamba dengan tuhan saja (vertikal) akan tetapi islam adalah satu-satunya
agama yang menegakan daulat dan pemerintahan (horizontal), yakni pemerintahan
Rasulullah saw di Madinah. [4]Hal-hal pokok yang terkandung dalam
syariat islam tentang kesehatan adalah sebagai berikut :
1.
Sanition and personal hygiene (kesehatan
lingkungan dan kesehatan perorangan) yang meliputi kebersihan badan,tangan,
gigi, kuku dan rambut. Demikian juga kebersihan lingkungan, jalan, rumah,
tatakota, saluran irigasi, sumur serta tebing-tebingnya.
2.
Epidemiologi (preventif penyakit
menular) melalui karantina preventif kesehatan tidak memasuki
suatu daerah yang terjangkit wabah penyakit, tidak lari dari tempat itu,
mencuci tangan sebelum menjenguk orang sakit dan sesudahnya, berobat kedokter
dan mengikuti semua petunjuk preventif dan terapinya.
3.
Memerangi binatang melata, serangga, dan hewan yang
menularkan penyakit kepada orang lain. Oleh karena itu, diperintahkan agar
membunuh tikus, kalajengking, dan musang serta membunuh serangga yang berbahaya
seperti catak, kutu, lalat, dan makruh memelihara anjing dirumah, dan
menajiskan air liurnya, diperintahkan membunuh anjing liar dan anjing gila.
Sedangkan babi secara mutlak dimasukkan sebagai binatang yang haram.
4. Nutrition (Kesehatan
makanan)
Masalah ini terbagi pada 3 bagian, yaitu:
a. Menu makanan yang berfaidah terhadap
kesehatan jasmani, seperti tumbuh tumbuhan, daging binatang darat dan laut, dan
segala sesuatu yang dihasilakan dari daging, kurma, susu, dan semua yang
bergizi.
b. Tata makanan. Islam melarang
berlebih-lebihan dalam hal makanan, makan bukan karena lapar hingga
kekenyangan, diet ketika sedang sakit, memrintahkan berpuasa agar usus dan
perut besarnya dapat beristirahat dan tidak berbuka dengan berlebih-lebihan
atau melampaui batas.
c. Mengharamkan segala sesuatu yang
berbahaya bagi kesehatan seperti bangkai, darah dan daging babi.
Hubungan sains dan agama dapat
dipertemukan kembali melalui interpretasi yang sehat, baik pada teks-teks kitab
suci maupun lewat dimensi alam semesta ini. Maka wajar saja kalau A.M.
Saefudin mengatakan bahwa sains dan teknologi harus diimbangi dengan
landasan nilai dan moral.
3.2 Perkembangan
Kedokteran
Perkembangan kedokteran memiliki beberapa masa,
diantaranya adalah sebagai berikut:
3.2.1 Perkembangan Kedokteran pada masa purba
a. Pijat-memijat
Dalam hal pijat-memijat, sudah menjadi
kebiasaan seorang kepala suku, apabila merasa pegal-pegal selepas berpergian
jauh untuk menyuruh seorang anak buah memijatnya.
b. Ramuan
obat
Manusia mulainya mengenal ramuan obat
untuk suatu penyakit adalah dengan mencoba meramunya dari daun-daunan. Ada
banyak jenis daun penawar yang cocok untuk penyakit, jika Allah menghendaki
seorang yang cerdik dan rajin mengumpulkan bahan obat temuan sendiri dan
penemuan orang lain pada akhirnya akan terkenal sebagai seorang tukang
mengobati atau seorang tabib (dokter) alamiah yang pertama. Rasulullah SAW
telah bersabda :
“ Apabila Allah menurunkan penyakit, pasti
Ia akan menurunkan penawarnya.“ (HR. Bukhori Muslim).
c. Alat-alat
perdukunan
Hampir semua dukun percaya bahwa semua
benda yang dianggap ajaib mempunyai kekuatan gaib atau dihuni roh nenek moyang.
Setiap dukun mempunyai azimat penangkal roh-roh jahat atau kekuatan jahat. Dan
azimat pengalap keselamatan yang dapat mendatangkan roh-roh baik sebagai
pengawal.
Azimat itu bisa terdiri atas berbagai
jenis batu berwarna atau batu hitam pekat, tengkorak manusia, tengkorak
binatang, ujung tombak bekas membunuh lebih dari sepuluh orang musuh. Pada masa
kekhalifahan Islam, di Baghdad telah terdapat sebuah rumah sakit yang cukup
mewah, bersih, da teratur perawatannya. Sementara itu bangsa Romawi masih
mempercayai dukun-dukun, penyakit sampai diobati dengan jampi-jampi dan minum
air jernih, dll.
3.2.2 Perkembangan Kedokteran pada Masa Sebelum Nabi Muhammad SAW
a. Sumeria
dan Akadia
Menurut data-data yang terungkapkan
sekitar 4000 tahun sebelum Masehi,tabib-tabib bangsa Sumeria telah mengenal
cara mengobati patah tulang dengan cara lasah yang diberi balutan berbidai.
Selain itu, mereka juga telah mengenal cara mengobati gigitan srigala, dengan
di-kayy bakar searah dengan gigitannya, lalu si penderita diberi minum ramuan
sambil dikubur sampai pinggang dalam lubang berlumpur selama sehari semalam.
Sedangkan, dinegeri Akadia, yaitu negeri
yang terletak di wilayah Irak bagian tengah, tepatnya di tempat pertemuan
sungai Dajlah dan Furrat, sekitar 2300 tahun sebelum Masehi, ada seorang bekas
pelayan Raja Zababah, namanya adalah Sargon. Pada
masa Sargon inilah terjadi kebangkitan ilmu kedokteran
Islamiah. Bahkan di kota Aqad, telah berdiri semacam lembaga pengkajian
kedokteran yang berkembang sampai awal pemerintahan raja Namrudz dari
Babilonia.
b. Bangsa
Babilonia
Bidang ilmu kedokteran yang terkenal pada
masa ini adalah ilmu lasah (fisioterapi), ilmu bedah, dan beberapa cabangnya,
ilmu terapi air (hidroterapi) dan beberapa cabangnya, ilmu al-kayy bakar, ilmu
al-ashaz, ilmu penemuan obat (farmakologi) bahkan konon telah ada obat-obatan
dalam bentuk pil.
c. Mesir
Pada masa kekuasaan Firaun Ramses
II, lebih kurang 1200 tahun sebelum Masehi, di ibu kota negaranya di Ramses lalu
dikota Thebe dan Memphis telah ditemukan lembaga-lembaga pusat penkajian ilmu
kedokteran.
d. Persia
Pada tahun 650 SM, sebagian ahli
kedokteran membuat sekolah tinggi kedokteran. Dalam metode pengobatan,
Ilmu bedah Persia terkenal halus jahitannya dan biusannya membuat orang
terlena. Sebab, para tabib ahli bedah telah menggunakan sejenis opium. Ilmu lasah
atau Xiarxes juga dikembangkan dengan cara melumuri minyak
zaitun ditubuh pasien, lalu dipanaskan saat matahari pagi. Mereka juga
mengembangkan ilmu bekam dan fashid yaitu cara mengeluarkan
darah hitam
e. Hindustan
Ilmu kedokteran Hindustan berpangkal pada ilmu kedokteran Ariya, Sumeria,
Yunani dan Persia. Hindustan mengembangkan beberapa macam metode kedokteran,
antara lain: metode berasaskan agama diantaranya berpangkal pada Arthawaweda
atau Ayurweda, Metode yang tidak berasaskan agama melainkan berasaskan ilmu
kedokteran murni, dan metode campuran, yaitu metode kedokteran yang dicampurkan
dengan sihir.
f. Romawi
dan Yunani
Pada 500 tahun SM, telah ada beberapa tabib terkenal. Tetapi, tabib di romawi
dan Yunani biasanya merangkas sebagai seorang kahin atau dukun.
3.2.3 Perkembangan
Kedokteran Pada Masa Islam
a. Kedokteran
Nabi Saw.
Dalam syariah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw terkandung nilai-nilai
ath-thib (kedokteran yang murni dan tinggi). Adapun ajaran dan tuntunan
Rasulullah yang mengandung kajian dan nilai-nilai kedokteran, seperti cara
bersuci yang diajarkan Rasulullah Saw, cara berwudhu dengan membasuh anggota
badan yang biasanya tampak, perintah memotong kuku, sunnah untuk berkhitan dan
lain sebagainya.
Pada dasarnya ilmu kedokteran sifatnya
umum dan berlaku secara universal. At-Thibb-ul-Islam atau
kedokteran Islam tiada lain adalah ilmu pengobatan yang berasaskan Islam.
Dengan prinsip-prinsip pengobatan, antara lain: mengobati seorang pasien secara
ihsan, tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan al-qur’an dan sunnah
nabi-Nya, tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram atau tercampuri
bahan yang haram dan lain sebagainya.
b. Masa
Penerjemahan, Penyaduran, dan Pengembangan Pertama
Dalam tarikh kebudayaan Islam disebutkan bahwa khalifah Khalid bin
Yazid adalah orang pertama yang membuat lemari kitab yang besar.
Selain itu, ia juga mendatangkan Marianus, seorang sarjana kimia dari
Iskandaria untuk mengajarkan ilmu kimia.
c. Masa
Penerjemahan, Penyaduran dan Pengembangan Kedua
Pada masa pemerintahan khalifah Abu
Ja’far al-Mansur pada tahun 136-158 H, didirikan lembaga pengkajian
ilmu pengetahuan. Diantara pekerjaan lembaga itu adalah menerjemahkan kitab-kitab
pengetahuan dari bahasa Siryani, Yunani, Hindia, Persia, dan bahasa lainnya.
Sebagian kitab-kitab itu berisi ilmu kedokteran. Penerjemahnya adalah tabib Jirjis
Bukhtishu, beliau yang banyak menerjemahkan kitab-kitab berbahasa Siryani
dan Yunani kedalam bahasa Arab.
Pada masa kekuasaan khalifah al-Makmun antara tahun 193 - 218
H, ahli-ahli kedokteran diperintahkan untuk melanjutkan penerjemahan
kitab-kitab kedokteran berbahasa Persia yang bermakna tinggi, yang berasal dari
peninggalan kedokteran Arianasapur dan Jundisyahpur pada
kurun awal.
d. Perkembangan
Kedokteran Persia Pada Masa Kekhalifahan Islam
Ada beberapa metode kedokteran yang berkembang, seperti metode Persia Kuno,
Hilaniyah, dan metode kedokteran kaum Zindik. Kitab kaum zindik terbagi dua
yaitu, kitab untuk ahli thib, berisikan ilmu kedokteran keduniaan semata, dan
kitab untuk masyarakat awam, berisi cara pengobatan yang mudah dan menarik
serta cara meramal, ‘azimat, aufaq, nujum dan ilmu perdukunan disertai dengan
hadis-hadis palsu. Tabib -tabib Persia yang termayhur yaitu:
1) Ali
Ismail bin Muhammad al-Jurjani, tabib ahli ilmu jiwa, ahli bedah, ahli
penyakit dalam, kulit, dan obat-obatan.
2) Ismail
Syaraffudin al-Jurajani, penyusun kamus kedokteran.
e. Kedokteran Zaman
Bani Saldsyuk
Wazir Nizam-ul-Muluk mendirikan rumah
sakit, sekolah pengkajian kedokteran menengah, dan sekolah pengkajian
kedokteran tinggi. Tabib-tabib pada zaman ini diantaranya:
1.
Abu Hamid muhammad al-Ghazali, ahli Ilmu Kejiwaan
2.
Ahmad Syarif Shabran, ahli bedah, kandungan dan peramu
obat.
3.
Sarah binti Abd-ul-Ghaniy, ahli ilmu kebidanan,
penyakit dalam, dan seorang guru
4.
Salim Saif-ud-Din, ahli lasah, penyakit dalam, bedah
dan bekam
5.
Ibnu Qibti, tabib umum
f. Perkembangan
Cabang Ilmu Kedokteran Persia
Berkembangnya obat-obat kimia, Masaja-i-Lasha, yaitu pengobatan dengan
cara pemanasan, memperbaiki patah tulang atau retak dengan bidai dan balutan.
Berkembang juga kedokteran khusus atau spesialis gigi dan mata dengan
perlengkapannya.
g. Perkembangan
Kedokteran Islam di India
Islam berkembang di India pada tahun 89 H, berawal di
Afghanistan. Tabib-tabib muslim ternama di India diantaranya:
·
Ainun Muluk as-Sirazi, tabib umum, ahli obat-obatan
herbal dan kimia dan penulis banyak kitab
·
Muhammad Akbarsyah Arzani,ahli penyakit dalam, kulit,
kelamin, kandungan, bedah, dan obat-obatan. Penemu obat penawar tahi lalat dan
wasir.
·
Abu Bakr Delhi, tabib dan apoteker pembuat pil kimia.
·
Tamjiz at-Tuqkhan, pengamal kitab az-Zahrawi, guru dan
pembuat obat.
·
Abdul JalilHazzi, ahli lasah tulang, obat-obatan
herbal dan tabib hewan.
Pada masa kerajaan Mogul, di India terdapat lebih dari
20.800 tabib Muslim yang menjadi juru dakwah.
h. Ilmu kedokteran
Islam di Turki
Pengobatan yang berkembang di Turki, ada beberapa
macam, antara lain;
Kedokteran yang umum berkembang di rumah sakit oleh
tabib-tabib yang berijazah sekolah kedokteran dan terdapat di kota-kota.
·
Pengobatan adat yang dilakkukan tukang mengobati hasil
kajian sendiri, kebanyakan berupa Turki asli, Bulgaria, Armenia, dan Kurdi.
·
Pengobatan bangsa Bizantium yang berasaskan
kitab-kitab masa purba.
·
Pengobatan yang dilakukan berasaskan kepatriahan
berupa doa-doa dari rahib nasrani.
·
Pengobatan yang bercampur kekahinan.
Banyak penemuan-penemuan baru pada masa Islam di Turki
diantaranya yaitu:
1) Alat
suntik, yang ditemukan oleh Abu Bakr dri Istanbul
2) Penggunaan
corong logam semacam nafiri (terompet) pendek untuk mendengar suara dalam
tubuh.
3) Alat-alat
bedah seperti, 14 macam alat penjepit, 25 macam gunting, 15 batang jarum jahit
luka bedah, dan jarum bengkok batang kembar yang halus.
Sebagian tabib-tabib muslim Turki menguraikan ilmu
kedokteran berasaskan Islam,seperti bahaya khamr, jilatan anjing dan
sebagainya.
Sekolah kedokteran pertama yang dibangun
umat Islam adalah sekolah Jindi Shapur di Baghdad. Khalifah Al-Mansur dari
Dinasti Abbasiyah yang mendirikan kota Baghdad mengangkat Judis Ibn
Bahtishu sebagai dekan sekolah kedokteran itu. Pendidikan kedokteran
yang diajarkan di Jindi Shapur sangat serius dan sistematik. Era kejayaan Islam
telah melahirkan sejumlah tokoh kedokteran terkemuka, seperti Al-Razi,
Al-Zahrawi, Ibnu-Sina, Ibnu-Rushd, Ibn-Al-Nafis, dan Ibn- Maimon.
Rumah Sakit terkemuka pertama yang
dibangun umat Islam berada di Damaskus pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid dari
Dinasti Umayyah pada 706 M. Namun, rumah sakit terpenting yang berada di pusat
kekuasaan Dinasti Umayyah itu bernama Al-Nuri. Rumah sakit itu berdiri pada
1156 M, setelah era kepemimpinan Khalifah Nur Al-Din Zinki pada
1156 M.
3.2.4 Penelitian Mutakhir Tentang Kesehatan dan Obat-Obatan
Kesehatan merupakan faktor penting dalam
kelangsungan hidup manusia. Tanpa kesehatan manusia secara perlahan akan
mengalami kematian. Secara umum kesehatan terbagi menjadi dua macam, yaitu
kesehatan jasmani dan rohani. Kesehatan jasmani yaitu kesehatan badan atau
tubuh (fisik), sedangkan kesehatan rohani adalah kesehatan jiwa.
Pada zaman modern seperti sekarang ini,
banyak ilmuwan yang menemukan berbagai penelitian-penelitian terbaru mengenai
kesehatan dan obat-obatan. diantaranya yaitu:
1. Manfaat madu
Madu adalah salah satu hasil yang dibuat oleh lebah. Para peneliti menyatakan
bahwa madu lebah mengandung banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Salah
satunya adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melawan kanker, mencegah
penyakit jantung dan perawatan luka.Hiedrun Gross, seorang ilmuwan
California menemukan fakta meningkatnya zat antibody pada orang yang biasa
mengkonsumsi madu.
Menurut Prof. Peter C Mulan mengatakan
bahwa madu memilki zat hidrogen peroksida, yaitu zat yang efektif dalam melawan
jamur dan bakteri. Dr. Glenys Round menyatakan bahwa madu
digunakan untuk para penderita kanker. Dalam al-Qur’an pun Allah berfirman:
....يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا
شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُه‘ فِيهِ شِفَآءٌ لِلنَاسِ إِنَ َفِي ذَالِكَ لأَيَةً
لِقَوْمِ يَتَفَكَرُوْنَ
Artinya :
“ Dari perut lebah itu keluar minuman yang
bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi
manusia. Sungguh, pada demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Allah) bagi orang yang berfikir”. (Q.S. An-Nahl: 69).
2. Teknologi nuklir untuk pengembangan alat-alat
medis
Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) telah mengembangkan alat untuk
memancarkan radiasi laju dosis rendah yang bernama Seed Brakiterapi I-125.
Dengan cara menanamkan sumber radiasi (implantasi) kedalam jaringan kanker.
Pengobatan seperti ini hanya dilakukan kepada penderita kanker prostat dan
kanker payudara. Sumber radiasi ini berukuran kecil, panjangnya hanya 10
milimeter dengan diameter 1 milimeter. Penanganan kanker dengan seed I-125
tidak memerlukan rawat inap serta berdampak kecil terhadap sel-sel tubuh di
sekitarnya.
3. Susu dan Air Seni Unta
Riset Ilmiah Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid, ilmuwan Saudi yang
juga staf King Abdul Aziz University (KAAU) dan Presiden Tissues Culture Unit
di Pusat Penelitian Medis King Fahd itu, menemukan bahwa partikel nano dalam
air seni unta dapat melawan sel kanker dengan baik. Air seni dan susu unta
mampu memperkecil ukuran tumor hingga setengahnya dalam waktu sebulan. Riset
ini terinspirasi oleh hadits Rasulullah Saw yaitu:
Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang
ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit.
Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing
dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika
telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan
untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau
datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum,
maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka
dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
3.3 MANFAAT
AGAMA DALAM KESEHATAN.
Agama sangat berperan penting
dalam bidang kesehatan. Berbagai macam manfaat agama dalam kesehatan,
diantaranya yaitu:
3.3.1 Puasa
Puasa adalah sebuah ujian bagi
semua umat muslim, di dalamnya terkandung banyak pelajaran yang bisa kita
ambil. Puasa tidak saja merupakan sebuah kewajiban yang mengharuskan kita
menahan dari waktu imsak hingga maghrib, tetapi tentu ada manfaat lain yang
bisa anda dapat dalam menjalan ibadah puasa, diantaranya dalam hal
kesehatan. Beberapa hal yang bisa anda dapatkan dalam berpuasa adalah:
Pertama, puasa dapat
menurunkan berat badan anda. Dengan puasa tentu saja kita tidak akan makan dan
minum selama hampir 12 jam. Dalam waktu itu, tentu saja tidak ada pasokan
energi yang masuk dalam diri kita dan tentunya pasti kita akan merasakan lapar
dan dahaga. Kemudian, jika hal ini terjadi, pasti tubuh kita akan mencari
sumber energi lain berupa lemak dalam diri kita. Hal inilah yang menyebabkan
berat badan tubuh kita turun sekitar 4-5 kg selama bulan ramadhan. Puasa juga
merupakan sarana yang baik bagi anda yang memiliki masalah dengan berat badan,
tetapi belum dapat menemukan cara yang tepat.
Kedua, puasa dapat
meningkatkan daya tahan tubuh. Pada saat kita berpuasa beberapa organ dalam
tubuh kita dapat beristirahat sehingga metabolisme dalam tubuh pun tidak
seaktif di bulan yang lain. Hal ini tentu saja menambah daya tahan sistem imun
kita karena puasa akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun
yang dapat membahayakan tubuh dan membuangnya.
Ketiga, puasa dapat mencegah
diri dari stroke.Hal ini terjadi karena puasa dapat memperbaiki kadar
kolesterol darah. Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa puasa
dapat meningkatkan HDL (high density lipoprotein atau kolestrol baik) dan
menurunkan lemak trigliserol (pembentuk kolesterol LDL -low density
lipoprotein- yang merusak kesehatan atau kolestrol jahat) sehingga memiliki
peluang yang lebih kecil untuk terkena stroke.
Keempat, puasa dapat menjaga
Kadar Gula Dalam Darah. Puasa sangatlah bagus untuk menurunkan kadar gula dalam
darah. Mengapa? Karena dengan berpuasa, kita mengistirahatkan kelenjar
pankreas. Kelenjar pankreas berfungsi dalam pengaturan insulin. Hal inilah
mengapa puasa sering digunakan sebagai obat mujarab menghalau penyakit akibat
seperti diabetes yang diakibatkan kadar gula dalam darah.
Kelima, puasa dapat
mengistirahatkan alat pencernaan. Dengan berpuasa maka kita tentu tidak makan
dan minum sehingga apa alat pencernaan kita bisa istirahat sehingga dapat
mengurangi penyakit pencernaan seperi kanker usus atau sakit lambung.
3.3.2 Wudhu
a. Manfaat secara umum
Kulit merupakan organ yang
terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi
tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh,
fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori
) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan
secara tekanan.
Begitu besar fungsi kulit maka
kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan
tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalau kulit sering kering akan
sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan
bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput
lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori
kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan
tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus
epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp
(penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus
pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp.
Seorang ahli bedah diwajibkan
membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses
sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke-20,sebagaimana kita tahu
jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan cuci tangan, padahal umat Islam
sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu.
3.3.3 Shalat
setiap gerakan-gerakan shalat
mempunyai arti khusus bagi kesehatan dan punya pengaruh pada bagian-bagian
tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, otak, lambung, rongga dada, pangkal
paha, leher, dll. Berikut adalah ringkasan yang bermanfaat untuk mengetahui
tentang daya penyembuhan di balik pelaksanaan sholat sebagai aktivitas
spiritual
1.
Berdiri tegak, dalam sholat Gerakan-gerakan sholat bila dilakukan dengan benar,
selain menjadi latihan yang menyehatkan juga mampu mencegah dan meyembuhkan
berbagai macam penyakit. Hembing menemukan bahwa berdiri tegak pada
waktu sholat membuat seluruh saraf menjadi satu titik pusat pada otak, jantung,
paru-paru, pinggang, dan tulang pungggung lurus dan bekerja secara normal,
kedua kaki yang tegak lurus pada posisi aku puntur, sangat bermanfaat bagi
kesehatan seluruh tubuh.
2.
Rukuk Rukuk, juga sangat baik untuk menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang
belakang yang terdiri dari tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan
ruas tulang tungging. Dengan melakukan rukuk, kita telah menarik, menggerakan
dan mengendurkan saraf-saraf yang berada di otak, punggung dan lain-lain. Bayangkan
bila kita menjalankan sholat lima waktu yang berjumlah 17 rakaat sehari
semalam. Kalau rakaat kita rukuk satu kali, berarti kita melakukan gerakan ini
sebanyak 17 kali.
3.
Sujud, Belum lagi gerakan sujud yang setiap rakaat dua kali hingga junlahnya sehari
34 kali. Bersujud dengan meletakan jari-jari tangan di depan lutut membuat
semua otot berkontraksi. Gerakan ini bukan saja membuat otot-otot itu akan
menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat pembuluh darah dan urat-urat getah
bening terpijat dan terurut. Posisi sujud ini juga sangat membantu kerja
jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah.
4.
Duduk tasyahud, Duduk tasyahud akhir atau tawaruk adalah salah satu anugerah
Allah yang patut kita syukuri, karena sikap itu merupakan penyembuhan penyakit
tanpa obat dan tanpa operasi. Posisi duduk dengan mengangkat kaki kanan dan
menghadap jari-jari ke arah kiblat ini, secara otomatis memijat pusat-pusat
daerah otak, ruas tulang punggung teratas, mata, otot-otot bahu, dan banyak
lagi terdapat pada ujung kaki. Untuk laki-laki sikap duduk ini luar biasa
manfaatnya, terutama untuk kesehatan dan kekuatan organ seks
5.
Salam Bahkan, gerakan salam akhir, berpaling ke kanan dan ke
kiri pun, menurut penelitian Hembing punya manfaat besar karena gerakan ini
sangat bermanfaat membantu menguatkan otot-otot leher dan kepala. Setiap mukmin
pasti bisa merasakan itu, bila ia menjalankan sholat dengan benar. Tubuh akan
terasa lebih segar, sendi-sendi dan otot akan terasa lebih kendur, dan otak
juga mempu kembali berfikir dengan terang. Hanya saja, manfaat itu ada yang
bisa merasakannya dengan sadar, ada juga yang tak disadari. Tapi harus diingat,
sholat adalah ibadah agama bukan olahraga.
BAB IV
KESIMPULAN
·
Islam
adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan rasul
terakhir untuk menjadi pedoman hidup seluruh manusia hingga akhir zaman.
·
Tujuan islam :Islam diajarkan dan dipelajari sejak
kecil agar bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari penderitaan hidup di
dunia maupun di akherat. Dengan berpegang teguh pada ajaran ini semua manusia
pasti akan hidup damai dan sejahtera, karena islam mengeajarkan norma – norma
hidup dan perilaku kehidupan yang baik dan jauh dari penderitaan dan
kemaksiatan yang akan membawa kita pada penyiksaan di hari akhir nanti.
·
Sumber ajaran islam :Dikalangan ulama terdapat
kesepakatan bahwa sumber ajaran islam yang utama adalah Al quran dan As sunnah
·
Alquran
adalah firman Allah yang diturunkan kepada rasulullah, Muhammad bin
Abdul,melalui jibril dengan menggunakan lafal bahasa arab dan maknanya yang
benar . agar ia menjadi hujjah bagi rasul bahwa ia benar-benar rasulullah,
menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk kepada mereka, dan menjadi
sarana dan ibadah kepada Allah dengan membacanya.
·
As
sunnah artinya jalan hidup yang dibiasakan terkadang jalan tersebut ada yang
baik dan ada pula yang buruk, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi
Muhammad SAW, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun ketetapan. Pengertian
ini didasarkan pada pandangan mereka terhadap nabi sebagai suri tauladan yang
baik bagi manusia.
·
Secara istilah aqidah berarti keyakinan keagamaan yang
dianut oleh seseorang dan menjadi landasan segala bentuk aktivitas, sikap,
pandangan dan pegangan hidupnya. Istilah ini identik dengan iman yang berarti
kepercayaan atau keyakinan Sekiranya disinergiskan antara makna lughawi dan
istilah dari kata aqidah di atas dapat digambarkan bahwa aqidah adalah suatu
bentuk keterikatan atau keterkaitan antara seorang hamba dengan Tuhannya,
sehingga kondisi ini selalu mempengaruhi hamba dalam seluruh perilaku,
aktivitas dan pekerjaan yang ia lakukan. Dengan kata lain keterikatan tersebut
akan mempengaruhi dan mengontrol dan mengarahkan semua tindak-tanduknya kepada
nilai-nilai ketuhanan.
·
Secara
istilah akhlaq berarti tingkah laku yang lahir dari manusia dengan sengaja,
tidak dibuat-buat dan telah menjadi kebiasaan.
·
Ilmu
pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yg tidak dapat dipisahkan satu
sama lain. Ilmu adalah sumber teknologi yg mampu memberikan kemungkinan
munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide. Adapun teknoogi adl terapan
atau aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yg lebih
canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi.
·
Peran Islam dalam perkembangan iptek adalah bahwa
Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram
(hukum-hukum syariah islam) wajib dijadikan tolok ukur dan pemanfaatan iptek,
bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan adalah
yang telah dihalalkan oleh syariah islam.
·
Menurut Ibnu Sina, ilmu kedokteran adalah:“Ilmu yang
mengetahui keadaan badan manusia dari segi yang mendatangkan atau yang
menghilangkan kesehatan agar terpelihara kesehatan yang sempurna.”
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
diakses 10-01-2017
diakses
10-01-2017
diakses
pada tgl 10-01-2017
diakses pada tgl
10-01-2017
diakses
pada tgl 10-01-2017
diakses
pada tgl 10-01-2017
diakses
pada tgl 10-01-2017
diakses
pada tgl 17-01-2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar